RSUD Cibabat Siaga DBD, Tambah Perawat Dan Fasilitas Ruangan

Pewarta : Wahyu/pian

Koran SINAR PAGI, Cimahi,- Hingga saat ini, jumlah pasien Demam Berdarah Dangue (DBD) yang di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat masih cukup tinggi. Meski sempat mengalami penurunan hingga 82 orang, namun resiko kenaikan tetap masih ada.

Dari jumlah keseluruhan pasien, sebanyak 50 orang merupakan warga Cimahi, 26 dari Kabupaten Bandung Barat dan sisanya 6 orang dari seputar kota dan kabupaten Bandung. Dari jumlah 50 warga tersebut, 26 orang merupakan pasien anak- anak dan 24 pasien dewasa.

Hal itu, di ungkapkan Direktur RSUD Cibabat, Trias Nugrahadi pada media Koran SINAR PAGI di ruang pelayanan RSUD Cibabat, Jalan Amir Machmud, Selasa (29/01).

Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pasien, kata dia. Pihaknya telah menambahkan fasilitas ruangan dan jumlah perawat.

” Kita tambah 17 perawat khusus yang menangani DBD, dengan menambah 64 bed (tempat tidur), dan memang kita sengaja pisahkan untuk mempermudah pengawasan,” katanya.

Nampak kesiapan Medis RSUD Cibabat, saat menangani pasien. Selasa (29/01) Kemarin.

Secara kesiapan, Trias mengatakan, pihaknya mengklaim telah optimal dalam melakukan pelayanan sesuai SOP bahkan untuk pasien DBD kita lebih spesifik dan tanggap dalam menanganinya.

“Memang, ada 2 orang pasien di ICU sekarang, 1 orang merupakan anak balita umur 9 bulan, namun kondisinya sudah membaik, dan barusan ada informasi ada 6 orang yang pulang, tetapi ada juga yang masuk 6 orang, jadi tetap sama jumlahnya,”tuturnya.

Trias menegaskan, untuk mengurangi resiko dan keselamatan pasien diminta masyarakat cepat tanggap apabila terkena DBD untuk segera dibawa ke RSUD Cibabat.

 “Jangan sampai terlambat, kalau sampai 2 hari panas juga belum turun, segera bawa kesini lupakan urusan birokrasi. Selamatkan pasien agar segera mendapatkan pelayanan, intinya masyarakat juga harus proaktif,” tandasnya.

Namun ada hal yang lebih penting, Menurutnya, untuk mencegah wabah DBD adalah memutus mata rantai perkembanganya.

“Selain Program PSN oleh Dinkes, diperlukan peran serta masyarakat untuk berbudaya bersih lingkungan di sekitar rumah. Sehingga tidak ada lagi jentik nyamuk,” pungkasnya.***

(31)