PDAM Tirta Raharja Siap Rekomendasikan Keluhan Kades Ke PT Minarta

Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI, Cimahi,-, Pembangunan SPAM Gambung oleh PT Minarta telah selesai. Namun ada pihak yang masih merasa kecewa dengan pembangunan tersebut. Karena menilai akan ada dampak lingkungan yang merugikan warga.

Kepala Desa Cibodas Pasirjambu, Wily Wirasasmita mengatakan “di kampung Papak Manggu ada 31 hektar sawah yang pengairannya bersumber dari sungai Cisondari yang dijadikan proyek SPAM Gambung. Sebelumnya sudah sering mengalami kekeringan lahan pertanian tersebut. Apalagi nanti kalau sudah pengoprasionalan SPAM Gambung. Kelihatannya akan lebih meluas wilayah kekeringannya“ ungkapnya kepada wartawan di kantornya (29/1/2019)

Wily juga menyampaikan perlu ada perbaikan irigasi agar air yang mengalir tidak bocor. Perbaikan irigasi dari sungai Lewi Liang ke desa Cibodas. Hingga tempat penampungan air untuk wilayah RW 1 dan 11.

Wily juga menyimpulkan belum tau tentang analisi dampak lingkungannya, kalau sitem pemasangan saluran air SPAM Gambung ternyata berdampak pada 85 sumur warga mengalami kekeringan.

Dari keluhan warga mengenai dampak lingkungan dan kekhawatiran kedepannya tentang kekeringan diwilayahnya. Wily sudah menyampaikan kepada pihak perusahan Minarta untuk perbaikan dilingkungannya sebagai kompensasi. Namun belum ada tanggapan yang pasti.

Keluhan Kades Cibodas ini langsung di tanggapi pihak PDAM Tirta Raharja oleh A.Teddy M.T sebagai sekertaris, dan Hari Sundana B.E S.Sos Manager Senior Oprasional Teknik. Pihak PDAM selaku pengawas dan pengoprasional proyek SPAM Gambung yang akan diresmikan pada awal 2019. Pihak PDAM selalu siap menerima masukan dari berbagai pihak, jika ada yang mengeluhkan karena dirugikan dari dampak proyek tersebut.

Khususnya informasi dari Kades Cibodas, kita akan rekomendasikan ke pihak PT Minarta.

Untuk pembangun SPAM ini PDAM Tirta Raharja bekerjasama dengan BBWS dan PT Minarta. PDAM memiliki kewenangan untuk pengawasan dan kedepannya SPAM Gambung ini akan dioprasionalkan oleh PDAM.

Sebelumnya juga pihak PDAM sudah memberikan kompensasi kepada wilayah terdampak proyek SPAM ini. Mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni, bantuan jaringan perpipaan untuk saluran air hingga penanaman pohon untuk menjaga stabilitas lingkungan.

Informasi yang dihimpun Tim Jurnalis dari berbagai sumber. Proyek SPAM Gambung didanai oleh APBN senilai Rp.179 M dan APBD 23,5 M. Untuk pembangunan SPAM sepanjang 16,8 KM dari Desa Mekarsari hingga Desa Sadu Soreang. Proyek ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Soreang, Katapang, Margaasih, Margahayu, dan Kutawaringin.

Pada 2018 pelanggan air PDAM Tirta Raharja sudah mencapai 98.329. Dan pada 2019 PDAM mentargetkan ada kenaikan menjadi 103.000 pelanggan. Jadi dengan proyek SPAM Gambung ini diharapkan dapat dinikmati 5000an pelanggan baru.

(41)