GmnI Tidak Berafiliasi, Dan Bukan Underbow Dari Partai Politik Manapun

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Dampak gerakan aksi unjuk rasa tolak Presiden Joko Widodo di Kabupaten Garut menuai sorotan publik, seperti salah satu pesan WahttsAp masyarakat yang masuk kepada salah satu no Wa pengurus cabang GmnI Kabupaten Garut, Raden Irfan Minggu (20/01/19) Pukul 06.45 pagi tadi.

“Teu ngarti nolak Jokowi, pan lain PDI ?”, begitu yang disampaikan oleh masyarakat kepadanya dalam bahasa Sunda yang bila diartikan alam bahasa nasional, terjemahnya seperti ini “Gak ngerti menolak Jokowi, kan (GmnI) PDI ?”.

Menurut Raden, pesan singkat yang masuk dari masyarakat tersebut bisa diinterpretasikan bahwa orang tersebut mempunyai paradigma bahwa GmnI adalah bagian dari partai politik tertentu, sehingga Ia mengherankan kenapa GmnI berhaluan lain dengan sikap penolakan Presiden Jokowidodo di Kabupaten Garut, sementara salah satu dari partai politik yang dianggapnya adalah bagian dari GmnI merupakan partai pengusungnya.

Diakui Raden, memang selama ini sebagian masyarakat di Kabupaten Garut, bahkan stackholder di Pemerintahan Kabupaten Garut, dan terutama dikalangan mahasiswa hususnya bisa dikatakan sudah dari dulu GmnI disebut sebagai underbow dari salah satu partai politik.

Sebagai Ketua Bidang Kaderisasi, Raden menegaskan bahwa, GmnI secara normatif sebagaimana tertuang dalam AD/ART GmnI, adalah organisasi kader dan organisasi perjuangan yang bersifat independen serta mandiri dan tidak/bukan merupakan afiliasi atau underbow dari partai politik manapun.

Menurut Raden, rumor tersebut memang sudah menjamur dikalangan masyarakat dan mahasiswa khususnya, sehingga pihaknya selalu disulitkan dalam soal rekrutmen anggota.

Peristiwa aksi penolakan Presiden Joko widodo di Kabupaten Garut kemarin, menurut Raden, jelas itu merupakan bukti sikap mandiri GmnI yang independen, kritis, mandiri dan bebas intervensi dari pihak manapun.

“Sepanduk-sepanduk saat aksi penolakan Presiden Joko Widodo kemarin pun masih terpasang di depan sekretariat Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Garut yang beralamat di Jl. Oto Iskandardinata No. 242 Kecamatan Tarogong Kidul,” tandasnya, Minggu (20/01/19).

Hal ini dilakukan sebagai netralitas GmnI dalam sikap politik yang tidak memihak secara pasrial terhadap pemerintah dan untuk mematahkan serta menjawab rumor yang berkembang dikalangan masyarakat serta mahasiswa di Kabupaten Garut.

“GmnI Garut hadir sebagai organisasi yang memihak terhadap kepentingan masyarakat, GmnI Garut tidak bisa menutup mata terhadap kinerja pejabat dalam pemerintahan, sekalipun Ia adalah seorang Presiden,” tandasnya.

Pos terkait

banner 468x60