GmnI Tolak Mentah-Mentah Kunjungan Jokowi Ke Kabupaten Garut

Foto : Ketua Cabang GmnI Kabupaten Garut, Bahrul Alam

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,– Terkait kunjungan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Ir.H Jokowidodo ke Kabupaten Garut yang di agendakan, Jumat 18 Januari sampai Sabtu 19 Januari 2019, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Garut (GmnI) setelah menggelar rapat internal cabang beserta jajaran seluruh kader GmnI se Kabupaten Garut di sekretariat Dewan Pimpinan Cabang GmnI Kabupaten Garut, Kamis 17 Januari 2019 menghasilkan satu rumusan penting sebagai sikap, yaitu, “Menuntut agar Jokowi angkat kaki dari Kabupaten Garut”.

Aktualisasi rumusan sikap tersebut, akan di manifestasikan dalam bentuk Masa-Aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kabupaten Garut yang akan di selenggarakan pada Jumat, (18/1/19).

Agenda Masa-Aksi tersebut dilatar belakangi sebagai bentuk kekecewaan GmnI terhadap kepemimpinan Presiden Jokowidodo yang dinilai gagal dan bangkrut dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Pembangunan mega infrastruktur di negara kita, hanyalah suatu yang sia – sia jika manusia Indonesia itu sendiri berbalik mengancam keutuhan hidup berbangsa dan bernegara. Hal ini nampak terlihat dari banyaknya kegaduhan di negara kita di era kepemimpinan Ir.H Jokowidodo, bangsa ini nampak terkoyak – koyak oleh paham-paham radikalisme dan paham-paham anti kebangsaan.

Ketua Cabang GmnI Kab.Garut, Lukman Bahrul Alam menegaskan Dalam membangun infrastruktur di Indonesia, bukanlah suatu prestasi kerja Presiden Jokowidodo yang membanggakan jika rakyat Indonesia sendiri malah bergerak menghendaki untuk merubah ideologi bangsa ini.

“Hal inilah yang menjadi ancaman kehidupan bernegara, dimana suatu potensi besar perpecahan kebinekaan kita bertolak dari persoalan ideologi bangsa yang nyatanya tidak dijaga secara serius oleh negara,” ucapnya, Jumat (18/01/19).

Sementara Ketua Bidang Litbang GmnI Kabupaten Garut Raden Irfan NP menuturkan Semboyan ‘the end of ideology’ atau kematian sebuah ideologi bangsa merupakan suatu kemungkinan yang akan terjadi di negara kita, ditengah ideologi Pancasila ini harus mampu bergerak dalam tantangan arus globalisasi.

Pasalnya, lanjut Raden, “kunjungan Jokowi tersebut ke Kabupaten Garut, pada intinya tidak akan merubah Kabupaten Garut ini menjadi “Garut Amazing” setelah di akui oleh Bupati Garut Ruddy Gunawan dihadapan para aktivis di gedung parlemen perwakilan rakyat daerah Kabupaten Garut sebagai Program Unggulan yang telah gagal dilaksanakan.” tegasnya.

(562)