Pelaku Penggelapan 30 Unit Speda Motor Adira Finance, Di Vonis 2,6 Tahun Penjara

Pewarta : Melly

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Penduduk Kecamatan Nagreg, Kab. Bandung, berinisial (DR)  pelaku penggelapan 30 unit kendaraan roda 2 (sepeda motor) senilai 600 juta  telah divonis hukuman penjara 2,6 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bale Bandung. Rabu (2/01/18) lalu.

Dalam putusanya, Majelis Hakim yang terdiri atas : Bambang Aryanto, SH, MH, (Ketua), Fauziah Hanum Harahap, SH, MH (anggota), Dina Haryati Sopyan, SH, MH. (anggota), menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan dan penipuan yang dikenakan pasal 378 KUHP, Pasal 35, 36 UU Fidusia, dan divonis hukuman 2 tahun 6 bulan penjara,  sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum Andi M, SH.

Seperti diketahui, modus operandi penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh terdakwa (DR) terbilang cukup piawai untuk mengelabuhi pihak leasing.

Pasalnya, setiap aplikasi selalu di Acc walaupun aplikasi yang diajukan itu sebenarnya bukan atas namanya melainkan orang lain, saudara atau tetangganya, dengan dalih meminjam KTP.

Setelah aplikasi pemohon dan unit kendaraan di Acc pihak leasing, untuk meyakinkan, DR selalu mendampingi pemohon saat penyerahan unit sepeda motor.

Namun,  Sungguh ironis di tengah perjalanan terdakwa  (DR) sengaja mengambil paksa unit sambil memberikan imbalan uang Rp 500 Ribu sampai 1 Juta kepada pemohon.

Hal itu, terungkap aksi terdakwa (DR)  dari tahun 2017, menurut kuasa hukum PT. Adira Finance. Tbk, kepada media KSP, Kamis, (3/1/18) kemarin.

Karena,  terdakwa DR terkenal licin dan susah ditemui, selanjutnya Pihak PT. adira Finance bekerja sama dengan Polres Bandung dan polsek setempat mengintai tempat tinggalnya selama seminggu lebih, dan tepat Pukul. 01.00 Wib, Jumat (4/01/2019) kemarin, DR berhasil ditangkap.

Kuasa Hukum PT. Adira Finance,  tbk.

Selanjutnya, Lawyer Internal  atau Legal Litigion PT.  Adira Finance, tbk, Bachtira Yusuf, SH mengatakan,  pihaknya sangat puas atas putusan tersebut.

“Saya sangat puas, dengan vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim, dan itu memang pantas diterima terdakwa, ” ungkap Bahtiar.

Menurutnya, sebagai praktisi hukum atau pengacara membuktikan bahwa UU fidusia dapat menjadi pidana, seperti pada kasus tersebut.

” Ini terbukti, Undang Undang Fidusia yang selama ini dianggap macan ompong ternyata berkekuatan hukum, artinya Fidusia bukan keperdataan saja, tapi keperdataan yang berdampak pidana, karena ada tindak pidana di dalamnya, dan kasus ini sebagai bukti kongkrit,” pungkas Bahtiar.

Untuk itu, bachtiar mengapresiasi kinerja jajaran Polres Bandung dan polsek yang sigap dan tanggap dalam menerima pengaduan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kasat Reskrim, (Akp Firman Taufik) dan Kanit (Bagus panuntun) atas kerjasama sehingga terdakwa berhasil di tangkap,” papar bachtiar.

(1048)