Bupati Ogan Ilir Launching UHC Kecamatan Pertama di Indonesia

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam melaunching UHC (Universal Health Coverage) kepesertaan Program BPJS JKN – KIS Kecamatan Rantau Panjang, bertempat di halaman Kantor Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, Kamis (04/01/19), dimana ini yang pertama di Indonesia.

Camat Rantau Panjang, Zaki Mubarak menyambut baik launcing kartu BPJS dan Kartu JKN – KIS ini, “Ini adalah hadiah Ulang Tahun kepada Bupati karena program UHC ini yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya launching dan petunjuk dari bupati, kedepan desa – desa di Kecamatan Rantau Panjang akan lebih baik lagi setara dengan Kecamatan lain.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kab.Ogan Ilir, Nurharlinah menjelaskan, UHC merupakan jaminan kesehatan secara menyeluruh, sehingga semua warga masyarakat mendapat pelayanan kesehatan secara adil dan merata. Ia menghimbau masyarakat agar menjadi peserta jaminan kesehatan secara mandiri, selain yang dibayar dengan APBD.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumsel, Lesti Nuraini mengungkapkan, 95 % warga Kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan, namun dengan adanya instruksi gubernur, maka kedepan seluruh masyarakat akan masuk menjadi peserta BPJS JKN – KIS.

“Seminggu kedepan semua akan menjadi UHC, persyaratannya cukup dengan KTP,” terangnya, seraya mengatakan bahwa Pemerintah Sumatera Selatan sudah menyiapkan dana sebesar Rp.56 Milyar yang akan dibagi untuk 17 kabupaten/kota.

Muhtar Andi, Kepala BPJS Kesehatan Utama Propinsi Sumatera Selatan mengatakan, warga Kecamatan Rantau Panjang patut merasa bangga, karena tidak hanya di Ogan Ilir, tapi program ini yang pertama di Indonesia, selain itu, lanjutnya, hanya Kec.Rantau Panjang yang memberikan SK kepada petugas BPJS di setiap desa.

“Dari 408.000 jiwa penduduk Ogan Ilir, 75% diantaranya sudah menjadi peserta jaminan kesehatan dari BPJS, tinggal bagaimana meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan tidak ada lagi diskriminasi pelayanan kesehatan dirumah sakit bagi yang menjadi peserta JKN, semoga enegi positif ini bisa menular ketempat lain,” ujarnya.

Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam menyebutkan, semua ini menunjukan bahwa warganya sudah di cover oleh BPJS dan selajutnya akan melangkah ke kecamatan yang lain.

“Kesehatan adalah hak seluruh warga negara, maka dari itu jaminan kesehatan dari BPJS JKN – KIS yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Jokowi dibiayai oleh pemerintah,” ucap Ilyas.

Dia berharap tidak akan ada lagi warga yang ditolak saat akan berobat di rumah sakit karena tidak memiliki jaminan kesehatan.

(60)