Lurah Pasawah Programkan RW Hijau Dukung Citarum Harum

Pewarta: Dwi Arifin S.Pd

Koran Sinar Pagi (Kabupaten Bandung)-, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayehkolot terus melakukan perbaikan lingkungan dan peningkatan indeks pembangunaan manusia untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Lurah Pasawahan, Memet Slemet  S.H, M.Si  menjelasakan pada tahun 2018 berbagai kegiatan dilaksanakan lembaga di kelurahan. Mulai dari penyaluran program sosial pemerintahan daerah atau pusat. Jelasnya saat dikunjungi jurnalis koransinarpagijuara.com  beberapa hari yang lalu di kantornya.

Memet menyampaikan, ada lingkungan didua RW yang rawan banjir. Tetapi karena kelurahan dan warga aktif dalam pencegahan sehingga perlahan-lahan wilayah terkena banjir berkurang.  Waga sudah sadar tidak membuang sampah sembarangan, lalu pemerintah kabupaten mencegah banjir dengan membangun penampungan air Cieunteng untuk mengurangi banjir tahunan di sebagian desa di Kecamatan Dayehkolot . Namun masih ada langkah yang kurang untuk pencegahan banjir yaitu pengerukan anak sungai Citarum, belum ada pengerukan dan normalisasi lagi, padahal sedimentasi yang tinggi menjadi penyebab air menyebar ke wilayah sekitar anak sungai.

Dan selanjutnya Memet memaparkan tentang program Citarum harum. Kawasan Kelurahan Pasawahan merupakan lahan industri yang dipantau langsung oleh Dansektor. Sudah beberapa pabrik memperoleh tindakan tegas melalui penutupan saluran limbah bagi pabrik yang melanggar dan tidak mendukung program Citarum Harum. Sektor Citarum harum dibantu dengan laporan warga dalam pencegahan limbah pabrik masuk ke anak sungai. Intinya ada laporan, langsung ada tindakan ini menjadi bukti keseriusan warga dalam mewujudkan program pelestarian lingkungan.

Selain itu kelurahan juga memprogramkan Pasawahan hijau, dengan penanaman bibit buah-buahan, tanaman bunga, dan hidro ponik. Lalu penanganan sampah organik dan perbaikan penyerapan air hujan melalui program lubang biofori  disetiap lingkungan rumah. Dengan program ini semoga wilayah gang-gang di kelurahan hijau dan sejuk.

Kordinasi dengan wilayah perbatasan lainnya juga berjalan kondusif untuk penanganan masalah lingkungan. Kita selalu memperhatikan dampak dari pembangunan ke wilayah lain. Jangan sampai ada pembanguan penanganan banjir disini, tapi banjirnya meluas ke wilayah lain. Maka disinilah pentingnya kordinasi dan kolaborasi pembangunan. Buku tanah wilayah lain juga masih disini, sehingga secara administrasi kearsipan wilayah lain ada di kelurahan Pasawahan.

(12)