Habis 8 Kodi, Pedagang Terompet Tahun Baru-an Di Sumedang Ini Datang Dari Cirebon

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Pedagang terompet khas tahun baru-an yang tiap tahun mangkal di Sumedang ternyata kebanyakan berasal dari Daerah Kabupaten Cirebon, khususnya Desa Tegalan Kecamatan Jamblang.

Tak kurang dari 15 orang pedagang ini tiap tahun menyerbu Sumedang untuk sekedar mengais rejeki.

Keterangan itu didapat dari Sahkad alias Ayong (35) salah seorang pedagang terompet yang mangkal di Jalan Raya Kota Sumedang, juga datang dari wilayah tersebut, kepada koransinarpagijuara.com saat berjualan Senin, (31/12/18)

“Tiap tahun kami tak kurang dari 15 pedagang asal daerah Jambalang, khusus berjualan terompet di Sumedang ini untuk mencari rejeki”, ujarnya.

Adapun alasan datang ke Sumedang, dikatakan Ayong, penjual yang sudah 5 tahun berturut – turut ke Sumedang ini karena sudah terbiasa.

“Kami sudah terbiasa (berjuan di Sumedang ini)”, tukasnya.

Dikatakannya lagi untuk berjualan, ia dan rekannya rela hingga menyewa kamar untuk sekedar berjualan terompet ini.

“Kami menyewa kamar hingga kadang 2 hingga 3 hari untuk berjualan terompet ini”, ungkapnya.

Tiap tahun, ujar Ayong terompet nya rata – rata habis 8 ( delapan -red ) kodi.

“Selama 3 hari rata – rata habis 8 kodi atau 80 biji terompet yang dijual dengan harga Rp 15 ribu atau kadang juga Rp 10 ribu, tergantung yang nawar lah”, pungkasnya.

(40)