Technopark Masuk Top 40 Ajang Sistem Pelayanan Informasi Publik

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Wahyu/Red.

Koran SINAR PAGI, Cimahi,– Technopark yang merupakan Pusat Layanan Terpadu Pengembangan Ekonomi Lokal Kota Cimahi Berbasis Inovasi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Melalui Kolaborasi Quadruple Helix masuk dalam Top 40 di ajang Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik).

Melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 636/2018. Keputusan Kementerian PANRB menetapkan Top 40 Inovasi terbaik dalam Pelayanan Publik merupakan salah satu apresiasi instansi pemerintah dari Kementerian PANRB.

Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 merupakan inovasi yang dikategorikan outstanding (terpuji) hasil seleksi dari Top 99. Penilaian kompetisi dilakukan secara independen oleh Tim Evaluasi dan Tim Panel Independen yang merupakan para akademisi, praktisi, dan pakar pelayanan publik yang kompeten dan memiliki reputasi baik.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Adet Chandra menjelaskan, sebetulnya Kota Cimahi mengusulkan tiga untuk inovasi pelayanan publik kepada Kemeterian PANRB. Ketiga inovasi tersebut ada di Dinas Kesehatan, Kecamatan Cimahi Utara dan Disdagkoperind dengan judul Sinovik (Sistem Inovasi Pelayanan Publik).

“Yang kita sodorkan pelayanan untuk para pelaku usaha. Alhamdulillah setelah ada penilaian kita dapat 40 besar,” katanya, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Rabu (26/12).

Menurut Adet, setelah masuk 40 besar, Technoparak pada 2019 akan diusulkan menjadi 20 besar yang tingkatannya se-Asia Pasifik. Artinya Technopark akan ikut ke dalam kompetisi Sinovik dengan level lebih tinggi.

“Mudah-mudahan dari doa semua apa yang kita sodorkan tentang pelayanan publik khusus bagi pengusaha UKM dan IKM bisa masuk 20 besar,” ujarnya.

Adet menyebutkan, dengan masuk Top 40 maka pihak kementerian memberikan bantuan atau mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID) yang merupakan bagian dari apresiasi Sinovik.

“Kalau tidak salah ada bantuan sekitar Rp 9 miliar. Silahkan berapa-berapanya tanya ke keuangan langsung. Yang jelas memang ada bantuan,” sebutnya.

Adet menjelaskan, kegiatan di Technopark hampir sama dengan Mall Pelayanan Publik (MPP) di mana setiap pelaku usaha yang datang bisa mengurus terkait pengembangan produk, pemasaran dan juga dapat membantu pembuatan proposal bisnis.

“Di sana (Technopark) kita melayani, datanya kita tangkap dan kita juga bisa memberikan pengetahuan yang kurang. Polanya yang kita berikan lebih kepada pendampingan. Jadi dari awal hingga akhir datang, kita terus dampingi si pelaku usaha itu,” pungkasnya. ***

Pos terkait

banner 468x60