Bupati KBB Terancam 3 Tahun Penjara

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, KBB,- Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna terancam dikenakan Pasal 282 jo 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu perihal dugaan penggiringan suara guru honorer untuk memilih dua anggota keluarganya yang maju sebagai Calon Legislatif (Caleg).

Video berbau kampanye Aa Umbara berdurasi 1 menit 22 detik yang viral di media sosial (medsos) ini tengah dikaji Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) KBB.

Jika hasil kajian bersama dengan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) terbukti melanggar Undang-undang Pemilu, maka Aa Umbara terancam pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp.36.000.000.

Seperti diucapkan Ketua Bawaslu KBB, Cecep Rahmat Nugraha, melalui sambungan telpon, Kamis (27/12/18).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu KBB, Ai Wildani Sri Aidah menambahkan, pihaknya masih mengkaji video viral Aa Umbara yang diduga mengkampanyekan Caleg.

“Kita tidak bisa sembarangan menentukan sebuah kasus, tapi harus ada tahap kajian terlebih dahulu bersama sentra Gakumdu, baru setelah itu bisa menentukan dugaan pasal yang dilanggarnya,” katanya.

Namun, dirinya menegaskan bahwa setiap pejabat negara yang digaji oleh uang negara termasuk Bupati dilarang mengkampanyekan seseorang, kecuali yang bersangkutan mengajukan izin cuti untuk melakukan kampanye.

“Pakai baju ASN (seragam) atau tidak itu sebagai pejabat negara ada larangan untuk berkampanye, kecuali hari libur atau hari dia cuti. Itu baru boleh berkampanye,” tegasnya.

Sekedar informasi, anak kandung Aa Umbara, Riyan Firmansyah yang maju sebagai Caleg DPR RI dan adik kandungnya, Usep Sukarna yang maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat menjadi nama yang disebut-sebut sang Bupati, dalam video tersebut.

Pos terkait

banner 468x60