Warga 3 Desa Di Kecamatan Simpenan, Kab.Sukabumi Kangen Jalan Aspal

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ajid Alfaro

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Masyarakat Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi rindu memiliki jalan yang layak untuk dilewati, pasalnya, kondisi jalan yang menghubungkan 3 (tiga) desa yaitu, Desa Mekar Asih, Desa Cibuntu dan Desa Cidadap, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

Lubang menganga besar mewarnai hampir disepanjang jalan desa tersebut, terlebih saat hujan mengguyur wilayah ini, kubangan air besar dan berlumpur kian memperburuk kondisi jalan yang seolah luput dari perhatian pemerintah daerah ini.

Bak kubangan kerbau ditengah ruas jalan Kec.Simpenan, Kab.Sukabumi

Warga menilai Pemkab.Sukabumi tidak serius menangani infrastruktur jalan yang rusak parah diwilayahnya, seperti diutarakan salah satu warga Tegal Rumaen, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, yang dikenal sebagai Tokoh Agama setempat, Ustadz Misbahudin,

Menurutnya, Akibat jalan yang rusak parah, laju roda perekonomian wargapun tersendat, padahal kata dia, mayoritas warga dari 3 desa tersebut adalah petani yang setiap hari selama kurang lebih 15 tahun selalu melintasi jalan itu untuk beraktifitas, baik untuk bekerja mengolah lahan pertaniannya maupun saat memasarkan hasil pertaniannya keluar daerah.

Namun, karena kondisi jalan yang tidak mudah lagi dilalui, warga mesti ekstra hati-hati saat melewatinya, “Kalau musim hujan tiba, jalan bagaikan kali tanpa aliran air,” ungkapnya.

Warga berjibaku membersihkan lumpur yang menutupi ruas jalan

Ustadz Misbahudin berharap, infrastruktur jalan kabupaten ini, segera diperbaiki supaya masyarakat bisa menjalani hidup yang lebih sejahtera, pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Cibuntu, Dody saat ditemui dirumahnya, Jum’at (20/12/18) “Sudah 3 (tiga) kali ganti bupati namun, kondisi jalan berstastus jalan kabupaten ini belum pernah mendapatkan perhatian dari Pemkab.Sukabumi,” ucapnya.

Padahal tambahnya, hasil perkebunan di tiga desa ini sangat berlimpah, karena memang mayoritas penduduk setempat bermata pencaharian sebagai petani sawah dan berkebun.

Namun tambah Dody, akibat akses jalan yang buruk masyarakat petani menjadi kesulitan untuk menjual hasil pertaniannya.

Dia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait agar memberi perhatian ekstra terhadap kondisi ini.

“Ruas jalan ini merupakan urat nadi perekonomian yang sangat penting bagi masyarakat Desa Cibuntu,” ujarnya.

Pos terkait

banner 468x60