Workshop Mensinergikan Program Pencegahan Dan Penanggulangan Korban Narkoba

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Recovery Center Caritase PSE mengadakan seminar Workshop Mensinergikan Program Pencegahan dan Penanggulangan Korban Narkoba dengan memperkuat layanan Rehabilitasi yang Komprehensif dan membangun kerja sama dengan pemangku kepentingan yang diadakan di Hotel Aryaduta lantai 9 lotus 3, Jl Kapten Maulana Lubis No 8 Medan pada hari Rabu (19/12/18).

Acara dihadiri oleh segenap pejabat di Kota Medan antara lain, Noval, mewakili Gubernur Sumut, Yamar Purba mewakili KA Lapas, Budi Situngkir dari Lembaga Permasyarakatan Medan, Romo Eko, Saut Aritonong dari Dinas Pendidikan, Magdalena Sirait dari BNN Sumut, Kartika Sari dari Dinas Sosial TS dan TPO Sumut.

Direktur Caritase PSE, Markus Manurung, mengungkapkan, Recovery Center Caritase PSE merupakan tempat yang memberikan layanan sosial berupa, dukungan, perawatan dan pemulihan bagi pecandu Narkoba sejak tahun 2010 bagi pengguna Narkoba, melalui prinsip pelayanan perawatan dan pemulihan adiksi Narkoba yang dilakukan dengan cinta kasih yang tulus.

Perwakilan dari BNN Sumatera Selatan, Magdalena Sirait saat memberi pemaparan

Program pemulihan Adiksi Narkoba Recovery Center Caritase PSE menerapkan program 12 langkah dalam perawatan dan pemulihan Adiksi Narkoba. Program 12 langkah ini merupakan program pemulihan untuk orang – orang yang memiliki masalah dengan adiksinya atau perilaku bermasalah apapun yang membuat hidupnya menjadi terkendali, sehingga membutuhkan dukungan – dukungan dari orang lain untuk menyelesaikan masalahnya itu.

Program dan Kegiatan Detoxification yaitu sebelum seorang pecandu menjalani proses recovery dan treatment dirumah Singgah Caritase, tahap pertama yang harus dilalui ialah detoxification, dalam tahap ini seorang pecandu melakukan pembersihan racun dari tubuhnya secara alami yang diawasi olehtim medis dan konselor adiksi.

Inpatient dan Outpatien dilakukan 2 tahap yaitu 3 bulan rawat inap dan 1 bulan awat jalan.pecandu yang menjalani rehabilitasi mengikuti sesi intensif selama 6 – 8 jam per hari.

Sementara perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara menyampaikan sebagai learing sektor Kesbangpol Sumut akan mengadakan sosialisasi bahaya tentang Narkoba bagi masyarakat dan pelajar diseluruh Kabupaten kota di seluruh Sumatera Utara di tahun 2019.

Ditambah lagi dengan test urine bagi pekerja yang diBUMN, BUMD serta karyawan-karyawan swasta serta ASN (Aparatur Sipil Negara) di Propinsi Sumatera Utara

Sedangkan dari BNN Sumut, Magdalena Sirait, mengatakan bahwa seseorang yang direhab di panti rehab Caritase Lubuk Pakam Deli serdang selain dipulihkan kondisi kesehatannya agar tidak kambuh kembali, maka harus diberikan pendidikan untuk berkarya sesuai dengan talenta yanh dimilikinya, sehingga setelah selesai direhab mereka bisa bekerja kembali dan tidak menjadi pecandu Narkoba kembali, ujarnya.

Menurutnya, tingkat keberhasilan dan pelaksanaan program sosialisasi dan penyuluhan dalam rangka pencegahan narkoba di masyarakat sistem yang akan dibangun dalam memetakan titik rawan dan modus operandi yang kerap digunakan dalam peredaran narkoba di Provinsi Sumatera Utara.

Diungkapkan, berdasarkan prevalensi penyalahguna narkoba (survey UI dan BNN RI), pengguna narkoba sudah banyak berkurang karena pada tahun 2014 : 320.188 jiwa (3,20 %) dan di tahun 2017 : 256.657 jiwa (2,53 %), dengan demikian selama 3 tahun terakhir angka prevalensi penyalahgunaan di Provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan sebesar 0.67 % (63.531 jiwa).

Untuk perkembangan selanjutnya kata dia, sudah seharusnya dari Panti Rehab Narkoba Caritase di Lubuk Pakam Deli Serdang untuk selalu melaporkan program – program kerja dan perkembangannya, sehingga pemerintah bisa mengatahui program apa yang sudah dilaksanakan.

“Semua itu perlu dukungan dari program kerja BLK (Balai Latihan Kerja) supaya para pecandu narkoba juga diberikan penyuluhan kerja siap pakai,” ucapnya.

Tujuannya adalah tambah Magdalena, supaya para pecandu narkoba tidak lagi kembali memakai narkoba, tetapi dapat melanjutkan hidupnya dengan cara bekerja yang sudah tercover oleh BLK karena BLK juga mempunyai peranan penting di dalam hal ini, supaya para pecandu narkoba mempunyai kegiatan yang positif, tandasnya.

Pos terkait

banner 468x60