Dra.Hj.Elin Suharliah Ajak Warga Amalkan Ajaran Rasulullah

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Kab.Bandung Barat,- Jelang akhir tahun 2018 dimana masih dalam suasana Bulan Maulud 1440 H, beberapa pondok pesantren dan majelis taklim yang ada di Kabupaten Bandung Barat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H/2016 M.

Salah satu gender Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan Dra.‎Hj.Elin Suharliah, Calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil III Kabupaten Bandung Barat pun disibukan dengan seabreg kegiatannya setiap hari keliling di wilayah Dapilnya untuk menghadiri undangan – undangan Pimpinan Pondok Pesantren diantaranya dari pimpinan pondok pesantren (Mama Cibalok) di Cipongkor, Ketua PAC Muslimat NU Kec.Parongpong, pengajian ibu – ibu Majelis taklim Mesjid Al Hidayah Kec.Lembang, PAC muslimat NU Kec.Padalarang.

Pada kesempatan itu Dra.Hj.Elin Suharliah memberikan sambutannya di Kecamatan Parongpong berbicara mengenai sejarah Rasulullah di Bulan Maulud, “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, semoga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tapi lebih pada mengambil Ibrah dan Hikmah dari semua pesan yang ditinggalkan Rasulullah kepada umatnya,” ucapnya.

Allah SWT berfirman pada Surah Ali Imron, Wa Maa Ataakumurrasul Fakhuzuuhu Wa Maa Nahaakum Fantahuu. Apa yang disampaikan Nabi ambillah dan apa yang dilarang maka tinggalkan, Jadikan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sebagai moment untuk lebih mengenal dan mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamun Nabiyyin, “Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah Rahmatan Lil Aalamiin, ujar wanita Emas yang tangguh asal Lembang ini.

Elin juga menjelaskan, bahwa dirinya terikat ketentuan-ketentuan KPU dan Badan Pengawas Pemilu tidak boleh berkampanye di pondok pesantren setelah ditetapkan sebagai Calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil III Kabupaten Bandung Barat.

“Kedatangan saya ke sini “bukan untuk meminta dukungan” dari para ustad, kiyai, habib dan yang lainnya, bagi saya ulama dan habib adalah guru, dan seorang guru pasti tahu yang terbaik untuk murid dan umatnya, seorang guru pada saatnya pasti memiliki keputusan yang terbaik untuk umat. Jadi saya “tidak meminta dukungan”, tapi tolong doakan niat saya hanya mengabdi dan berbakti kepada rakyat dan kalau saya diridhoi oleh yang Maha Kuasa saya ingin berbakti kepada rakyat,” tuturnya.

Dikatakan Elin, dirinya seolah mendapat energi baru saat elihat ibu – ibu Muslimah dan Majelis Taklim selalu semangat dan antusias menghadiri pengajian, “Mungkin saya harus lebih sering datang ke pondok pesantren di wilayah Kab. Bandung Barat ini untuk mendapatkan energi-energi baru, mohon doanya agar niat baik ini hanya ingin berbuat baik untuk masyarakat, rakyat, bangsa dan negeri kita,” ujarnya.

Masih kata Elin, dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SWA, kita diingatkan kembali tentang peran umaroh dan ulama yang mempunyai peran sama yakni untuk kemaslahan dan memberi pelayanan pada masyarakat.

Umara berperan di bidang pemerintahan, sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya untuk masyarakat dan ulama mempunyai peran membangun aqidah masyarakat.

“Jadi semuanya biar fiddun ya wal akhirat (kebaikan di dunia dan akhirat). Rasulllullah juga memberikan pesan terakhir kepada umat bahwa Islam adalah agama yang benar, agama yang harus dibela, dan agama yang tidak pilih kasih seperti pada surah Al Isra ayat 9 disampaikan bahwa Islam itu adalah konsumsi kepercayaan kepada umat dan keselamatan adalah tujuan akhir dari sebuah proses menuju Ummatan Washatan,”

Disebutkan, Nabi Muhammad itu sangat keras kepada orang kafir dan saling berkasih sayang kepada yang mengikutinya dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan sarana pengingat dalam meneladani pribadi Rasulullah.

“Peringatan maulid menjadikan kita selalu ingat pada Nabi Muhammad SAW. Ingat untuk meneladaninya, tidak hanya kita, tetapi juga keluarga dan semuanya,” ujarnya mengakhiri sambutannya.

(16)