Gaji Ratusan Guru Inpassing dan Sertifikasi Kemenag Jeneponto, Belum dibayar 11 Bulan

Pewarta : Rahmansyam

Koran SINAR PAGI, Jeneponto,- Sudah 11 (sebelas) bulan Guru Inpassing dan Guru Sertifikasi yang bernaung dibawah Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto belum dibayarkan gajinya.

Terkait hal tersebut, 660 Guru Inpassing dan Guru sertifikasi akan lakukan aksi damai jika dalam waktu dua hari mendatang gaji mereka tetap tidak diicairkan, kata sejumlah guru inpassing dan sertifikasi yang tidak ingin namanya di mediakan kepada awak media ini.

Bedasarkan Hasil pengumpulan informasi dari berbagai sumber yang syah dan dipercaya mengatakan bahwa dana untuk gaji para guru tersebut tidak mencukupi.

Pernyataan ini dibernarkan oleh Kepala Kantor Kemenag Jeneponto H.Irfan Daming, “Memang betul terjadi kekurangan anggaran Tunjangan Pungsional Guru (TPG) guru Non PNS,” ucapnya.

Demikian hal nya saat dilakukan cross check kepada Kasi Pendidikan Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga membenarkannya kabar tersebut.

Hanya saja lanjut Kasi Pen Mad Kanwil Sulsel, H Saharuddin, itu terjadi hanya di beberapa kabupaten, “Sekarang masih dalam tahap proses revisi relokasi,” jelasnya.

Namun, tambahnya, proses revisi tidak bisa cepat karena terkait dengan penyelesaian PAGU minus dari beberapa Satker.

“Belum lagi karena ADK nya hanya satu ada sama kita, sementara Satkernya banyak,” ungkapnya.

Dalam pertemuan dengan guru inpassing dan sertifikasi, Kasi Pendidikan Madrasah H.Saharuddin menyampaikan, gaji akan dicairkan dalam waktu dua hari, senada dengan yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag H.Irfan Damin yang mengatakan bisa cair sebelum tanggal 3 Desember 2018.

Sementara Anwar Talib, Ketua PGIN Jeneponto saat ditemui diruanga kerjanya berharap dana inpassing dan sertifikasi segera dicairkan,

“Saya selaku Ketua terpilih Pengurus Cabang PGIN Jeneponto sangat mengharapkan kepada Bapak Menteri Agama RI tolong Segera Bayarkan Honor kami di Jeneponto sudah 11 bulan belum juga dibayarkan, kami juga manusia yang butuh pemenuhan kebutuhan hidup, Kami sudah laksanakan Tugas sebagai Guru melebihi dari pada tugas Guru PNS,” pintanya.

(67)