Lemahnya Pengawasan Proyek Rehab Ruang kls SD di kab Bandung Rentan  Penyimpangan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Bandi Subandio

Koran SINAR PAGI, Kab Bandung,- Hasil pantauan Koran Sinar Pagi di beberapa wilayah Kab.Bandung ada terhadap pelaksanaan rehab ruang kelas SD.

Kebanyakan di lokasi Pelaksanaan Proyek Rehab Ruang Kelas SD, tidak terdapat papan informasi proyek yang berisi nama pekerjaan, sumber dana, besar dana, lama pekerjaan dan pelaksana pekerjaan. 

Hal tersebut merupakan salah satu ketentuan yang harus dipenuhi dipasang ditempat pelaksanaan pekerjaan, sebagai wujud dari prinsip transfaransi dan keterbukaan informasi publik.

Dinas Pendidikan Kab.Bandung melalui Kabid SD, menyampaikan secara tertulis kepada KSP, bahwa soal ketentuan pemasangan Papan Informasi Proyek sudah disosialisasikan saat Bintek, meski demikian masih banyak yang tidak mematuhinya.

Selain itu, dijumpai beberapa pelaksanaan rehab ruang SD yang menggunakan bahan/material bekas atau yang tidak sesuai petunjuk teknis.

Seperti halnya pelaksanaan proyek rehab 3 ruang kelas SDN 1 indragiri, Kec Rancabali, Kab.Bandung, tidak terdapat papan informasi proyek. Selain itu ada penggunaan material yang tidak sesuai ketentuan, diantaranya besi beton tiang pentangga digunakan ukuran 10″ seharusnya 14″

Kepsek SDN 1 Indragiri saat diwawancara oleh KSP di kantor SMP Assalam Desa Sukaresmi, Kec Rancabali (Ajang, sebagai Kepsek  SMP Assalam) menyampaikan keterangan yang tidak jelas, mulai dari tidak adanya papan informasi proyek. penggunaan material. Saat ditanyakan soal material bekas dari ruang kelas yang di rehab, seperti kayu, atap, Ajang menyatakan sudah diambil warga, namun tidak menjelaskan, apakah mengambilnya ijin atau tidak, saat ditanya jumlah anggaran rehab, ajang menjawab Rp.240.000.000,-

Lebih lanjut. Koran SINAR PAGI, konfirmasi ke Komite SDN 1 indragiri yang juga Sekdes Indragiri, Kec Rancabali, Kab Bandung, menurut pengakuan Sekdes, ia ditunjuk sebagai komite oleh Ajang dan belum menerima SK sebagai Komite Sekolah SDN 1 Indragiri.

Lebih lanjut Komite/Sekdes menjelaskan bahwa, dirinya kurang mengetahui dan tidak dilibatkan pada kegiatan rehab ruang kelas tersebut. “Hanya Saya sempat menanyakan kepada Kepsek SDN 1 indragiri soal besar anggaran rehab ruang kelas tersebut dan saat itu dijawab kepsek Rp.300.000.000,-, “tutur Komite SDN 1 Indragiri.

Pos terkait

banner 468x60