Sosialisasi Kampung Siaga Bencana Tingkat Propinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018

Pewarta : Syam

Koran SINAR PAGI, Takalar,– Menyusul rencana pencanangan Kampung Siaga Bencana oleh Bupati Takalar, H.Syamsari Kitta, Senin (19/11/18), hari ini Minggu (18/11/18) Dinas Sosial Kab.Takalar melaksanakan kegiatan sosialisasi Kampung Siaga Bencana tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Mangadu Kecamatan Mangara Bombang Kabupaten Takalar selama dua hari dan diikuti oleh peserta dari Kabupaten Gowa Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan kabupaten Bulukumba.

Dalam kegiatan penyuluhan sekaligus sosialisasi yang diikuti oleh peserta dari unsur ibu – ibu rumah tangga, pemuda, Tagana ini, sekaligus dibentuk Forum Siaga Bencana.

Kadis Sosial Kabupaten Takalar, Ridwan Tiro

Kadis Sosial Kabupaten Takalar, Ridwan Tiro menuturkan, dewasa ini alat komunikasi sudah menjadi sebuah kehidupan bagi manusia, dan dengan berkembang pesatnya teknologi komunikasi dan informasi dapat memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dari berbagai belahan dunia ini.

Namun demikian lanjutnya, bila teknologi komunikasi tersebut salah memanfaatkannya maka akan berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat.

Menurutnya, 9 Kematan diwilayah Kabupaten Takalar semuanya berada pada titik rawan bencana, bahkan tiga kecamatan yang berada di daerah pesisir rawan ancaman bencana seperti Abrasi, banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

Berkaitan dengan hal itu, dia mengajak masyarakat untuk memperkuat jalinan komunikasi dan informasi dengan mensosialisasikan pengetahuannya kepada tetangganya, baik melalui acara keagamaan di Masjid – Masjid maupun melalui lembaga -lembaga kemasyarakatan yang ada di Takalar ini.

“Mari kita tingkatkan gotong – royong, terutama kebersihan lingkungan hidup, agar kita bisa terhindar dari berbagai bencana,” tuturnya.

Sebagai mata dan telinga pemerintah, masyarakat diminta untuk melaporkan kepada instansi pemerintah jika menemukan masalah disekitarnya, “Keberadaan aparatur pemerintah seperti camat dan desa serta kelurahan itu merupakan pelayan masyarakat yang terdepan,” tandasnya.

(36)