Miftah, “Pipa Cangklong Tetap Diminati Penikmat Rokok Hingga Kini”

Pewarta : Avenk/Usep

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Kebiasaan merokok dikalangan masyarakat tidak hanya terletak dari selera rasa rokok atau tembakau yang dinikmatinya saja, namun dibalik itu, tersimpan tren dan gaya saat penikmat rokok dan tembakau menghisapnya dengan menggunakan media tambahan, seperti pipa rokok atau cangklong tembakau.

Salah satu pengrajin pipa rokok dan cangklong tembakau yang masih bertahan hingga kini adalah Abah Miftah (74), warga Kampung Jung Sereh, Kabupaten Garut yang sudah dikenal dikalangan penikmat rokok dan tembakau sebagai pembuat cangklong yang handal sejak tahun 1970 an.

Contoh cangklong/pipa hasil kreasi Abah Miftah

Kendati hanya menggunakan alat seadanya dalam membuat cangklong, namun karena talentanya yang diatas rata – rata, cangklong dari bahan tanduk (sapi, kambing, rusa), kayu maupun gading mampu dibuatnya dalam sebuah kreasi yang menarik.

Dengan kepiawaian yang dimilikinya tersebut, cangklong buatannya sempat mengalami masa kejayaan antara tahun 1970 – 1990 an dan dipasarkan hampir di seluruh pelosok Nusantara. Bahkan karena kemampuannya ini, Miftah sudah beberapa kali mendapat penghargaan dari pemerintah.

Diungkapkan, seiring dengan perkembangan zaman, yang diiringi dengan kemunculan berbagai produk modern seperti rokok elektrik, minat masyarakat terhadap pipa/cangklong sempat mengalami penurunan.

“Alhamdulillah, Sekarang sudah mulai rame lagi,” ucapnya saat ditemui koransinarpagijuara.com dirumahnya, Minggu (18/11/18).

Menurutnya, warga Kampung Jung Sereh sudah memproduksi kerajinan pipa cangklong sejak zaman penjajahan, tepatnya tahun 1930, dan ternyata penggemarnya tetap ada sampai saat ini, ucap Miftah yang juga menekuni kerajin batu akik ini.

(84)