Lahan Tebu PTPN 7 Cintamanis Kembali Terbakar

Pewarta : adi / fitry
Koran SINAR PAGI, OGAN ILIR

Lagi-lagi lahan perkebunan tebu PTPN 7 Cintamanis yang berada di Kec.Lubuk Keliat Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan terbakar.

Sebelumnya pada Sabtu (17/11) sore kemarin sekitar pukul 16:30 WIB lahan perkebunan tebu di areal rayon 1 terbakar yang jumlahnya cukup luas.

Ironisnya dari pantauan media ini langsung di lokasi, pada saat kejadian tidak ada upaya pemadaman sama sekali dari pihak PTPN 7 Cintamanis sehingga terkesan sengaja dibakar dan adanya pembiaran.

Hal itu diperkuat lokasi terbakar hanya pada titik-titik tertentu saja yakni pada area sisa tebu tebang yang tidak selesai ditebang oleh para penebang.

Hal serupa juga terjadi pada hari ini Minggu (18/11) dimana lahan kembali terbakar di lokasi yang sama yakni Rayon 1. Namun, hanya beda areal saja.

Dan kebakaran itu juga sama seperti pada kebakaran sebelumnya yaitu pada sisa tebu tebang yang tidak selesai ditebang oleh para penebang.

Disaat kejadian ini pun juga tidak ada pemadaman yang dilakukan sehingga api dengan leluasanya meluas kemana-mana.

Padahal jika kita semua tahu bahwa pemerintah telah melarang adanya pembekaran lahan dengan cara apa pun.

Dan jika terbukti baik dengan sengaja maupun karena kelalaian maka akan ditindak pidana sesuai Undang-undang yang berlaku.

Faktanya sejak satu bulan terakhir bahkan dalam dua hari ini saja kebakaran terus terjadi di lahan perkebunan tebu milik PTPN 7 Cintamanis.

Sementara itu, Pihak PTPN 7 Cintamanis, Abdul Hamid ketika dikonfirmasi via handphone mengatakan, jika selama ini PTPN telah berupaya semaksimal mungkin menekan terjadinya kebakaran.

Menurutnya, PTPN 7 Cintamanis telah mempersiapkan semua perlatan jika terjadi kebakaran lahan.

Sehingga apa bila ada kebakaran lahan dapat dipadamkan dalam waktu yg sangat diangkat atau antara 15-30 menit sudah padam.

Dan dalam pelaksaan panen atau tebang sejak tahun 2015 ptpn7 telah menerapkan zerro buring yaitu panen/ tebang/ olah tanah tanpa bakar.

Adapun jenis alat yang dimiliki saat ini berupa mobil tanki pemadam kebakaran sebanyak 6 unit, dan tangki traktor di setiap rayon sebanyak 5 unit, ditambah peralatan lainnya.

“Saat ini tebang tebu hampir berakhir dan musim hujan sudah datang sejak bulan Sept/Okt 2018 sehingga sangat jarang terjadi kebakaran, kalau pun ada kebakaran tentu kami akan segera memadamkan”, ujar Hamid mengakhiri.

Namun, sayangnya fakta dilapangan sangat jauh berbeda dan bertolak belakang dengan apa yang menjadi komitmen PTPN 7 Cintamanis.

Nyatanya dari hasil investigasi media ini di lapangan, kebakaran hampir setiap hari terjadi terutama di sore hari dan tidak ada pemadaman yang dilakukan.

(58)