Petama Di Indonesia, KPU Wisuda 120 Peserta Kelas Demokrasi

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Ogan Ilir, mewisuda 120 orang peserta Kelas Demokrasi angkatan I tahun 2018, terdiri dari 90 orang pemilih pemula dari siswa SMA dan 30 orang dari tingkat umum diantaranya dari kalangan mahasiswa, bertempat di Gedung serbaguna Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai Kabupaten Ogan Ilir, Kamis, (15/11/18).

Menurut Ketua KPU OI, Anahir, dilaksanakannya Sekolah Demokrasi tersebut sesuai dengan kesepakatan pada rapat pleno yang menjadikan Kelas Demokrasi sebagai dalah satu agenda kegiatan KPU Kab.Ogan Ilir.

“Kelas Demokrasi tahun 2018, dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan dengan 4 lokal kelas Demokrasi, Ormas, OKP dan kelas Demokrasi Caram Seguguk,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut, karena animo masyarakat terhadap demokrasi sangat tinggi, “Siswa yang sudah diwisuda, nanti dapat membantu penyelengara dalam melaksanakan tugas demokrasi, seperti sosialisai pendidikan pemilih yang berkelanjutan, target partisipasi pemilih duliharapkan akan mencapai lebih dari yang ditargetkan di tingkat nasional, kemudian Demokrasi sejarah kepemiluan, tata cara kepemiliuan serta peran serta masyarakat,” tuturnya.

Dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda OI yang telah memfasilitasi kegiatan kelas Demokrasi sehingga terselenggara dengan sukses, “Kelas Demokrasi ini, baru satu- satunya dilaksanakan di Ogan Ilir,” ujarnya.

Bupati ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam dalam sambutannya mengatakan, mengingat Sekolah Demokrasi ini satu – satunya KPU di Indonesia yang menyelenggarakan, itu artinya KPU Ogan Ilir selangkah lebih maju dari KPU lainnya yang ada di Indonesia, ucapnya.

Bupati meminta alumnus kelas Demokrasi agar menjadi agen dalam menyampaikan peraturan dan UU Pemilu kepada masyarakat.

Selanjutnya ia berpesan agar pemilik hak suara menggunakan hak pilihnya dengan baik, “Sayang kalau hak suaranya tidak digunakan,” ucap Bupati.

Sementara Gubernur Sumsel yang diwakili asisten III Bidang Pemerintahan, Edwar Yuliantra, memberikan selamat kepada para peserta kelas Demokrasi yang telah diwisuda.

“KPU Kab.OI akan menjadi pionir, penyelenggara kelas demokrasi, karena ini yang yang pertama dilaksanakan di Indonesia,” ucapnya.

Sebagai orang yang akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, alumnus kelas demokrasi diminta untuk menularkan ilmu yang didapatnya kepada masyarakat luas.

Demikian halnya kepada KPU OI, diharapkan bisa pula menularkan program sekolah demokrasi ini kepada KPU yang lainnya di Propinsi Sumatera Selatan.

Kely Maryana, Ketua KPU Propinsi Sumatera Selatan menjelaskan, sekolah demokrasi dengan menjalankan 12 kali pertemuan berbeda KPU Kabupaten lain yang menyelenggarakan hanya satu kali pertemuan.

Kedapan supaya bisa mensosialisikan yang telah dipelajari dalam 12 kali pertemuan tersebut kepada masyarakat, hinga menjadi menjadi agen dalam kegiatan demokrasi.

(45)