Kajari Depok : Jamaah Ahmadiyah Bertambah

Pewarta : Anis,M,SE

Koran SINAR PAGI, Depok,- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Depok, Sufari mengungkapkan, jumlah jamaah Ahmadiyah (JA) di wilayah Parungbingung, Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas (Panmas) kini bertambah banyak.

Dalam kapasitasnya selaku Koordinator Tim Badan Koordinasi Pengawasan Aluran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Depok, Sufari menyampaikan hal itu  pada jumpa pers (jumpers), terkait eksistensi Pakem dan aktifitas Jamaah Ahmadiyah di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Kota Kembang. Rabu (14/11).

“Pakem Kota Depok masih adan dan eksis. Kami melihat jumlah jamaah Ahmadiyah bertambah banyak,” ungkap Sufari didampingi Kasi Intel Kejari Depok, Kosasih kepada pers.

Ahmadiyah bertambah banyak, namun Sufari tidak berani merinci angka pasti jumlah jamaah Ahmadiyah. “Kami melihat jumlahnya (Jamaah Ahmadiyah) gue bertambah banyak setiap sholat Jumaat,” tandas Sufari dibenarkan oleh Kosasih dengan anggukan kepala.

Lagi-lagi Koordinator Pakem Kota Depok itu juga tidak tahu persis berapa shaf (baris) jamaah Ahmadiyah saat berlangsung sholat Jumaat. “Waduh.. Kami tidak tahu persis (shaf), tapi setiap sholat selalu terlihat banyak jamaahnya hingga penuh halaman mushollanya,” ucap Sufari seraya menambahkan bahwa Jamaah Ahmadiyah tidak menggunakan musholla yang ada untuk kegiatan peribadahan.

Demi menjaga wilayah Depok yang kondusif, Sufari mengimbau dan mengajak para Jamaah Ahmadiyah agar bisa berbaur dengan warga sekitar dalam beribadah.

“Kami mengimbau dan mengajak para Jamaah Ahmadiyah bisa berbaur dengan warga sekitarnya dalam beribadah, Kan di sekitarnya banyak terdapat musholla dan masjid,” kata Sufari.

Himbauan dan ajakan tersebut, menurut Sufari, sesungguhnya merupakan salah satu bentuk pembinaan dari Pakem Kota Depok yang dipimpinnya.”Betul.. hal itu bagian dari pembinaan Pakem sesuai dengan fungsi dan tugasnya,” ujarnya.

Agar tercipta kerukunan, kata Sufari, Tim Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem), yang diketuai mengundang Jamaah Ahmadiyah tersebut dalam upaya melakukan pembinaan.

“Jadi, Pembinaan untuk mengajak mereka agar dalam menjalankan peribadatan bisa berbaur dengan masyarakat dan tidak ekslusif,” kata Sufari.

Untuk itu anggota Pakem Kota Depok, selalu intens melakukan koordinasi bersama pihak Polri, TNI, FKUB, Kemenag, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta melibatkan tokoh agama ulama dan masyarakat, lanjutnya.

“Pada intinya, koordinasi anggota ini untuk mengantisipasi adanya penyebaran aliran agama tertentu. Sesuai dengan undang-undang, anggota Pakem mempunyai kewajiban untuk ansipasi itu, khususnya di Kota Depok,” tandasnya.

Adapun tugas Pakem, lanjut Sufari, lebih melakukan tindakan pengendalian sosial dan pencegahan untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan (Preventif).

Selain itu, melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap regulasi yang telah dikeluarkan terhadap aliran tertentu.

“Kita mempunyai kewajiban melakukan pembinaan terhadap masyarakat. Tentu, Pemerintah harus bekerjasama dengan Pakem, karena memang tidak bisa berdiri sendiri,

(13)