Warga Palabuhan Ratu Peringati Hari Santri Nasional 2018

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,-
Ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu oleh Presiden Jokowi menjadi sebuah hari yang mampu membangun semangat santri untuk lebih memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia.

Alasan penetapannya adalah untuk memperingati peran besar kaum kiai dan kaum santri dalam perjuangannya melawan penjajah yang bertepatan dengan resolusi jihad dari Mbah KH. Hasyim pada tanggal 22 Oktober.

Sejarah membuktikan, para santri bersama dengan pejuang lainnya mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kembali kedaulatan negara republik Indonesia dari penjajah bangsa asing.

Tokoh masyarakat Palabuhanratu yang juga Caleg Kab.Sukabumi dari Partai Gerindra, Usep Wawan duduk berdampingan dengan Ustadz Sawali

Berkaitan dengan hal tersebut, Dewan Kemakmuran Mesjid Palabuanratu, Kabupaten Sukabumi memggelar acara peringatan Hari Santri Nasional yang dihariri oleh ribuan warga, tokoh Agama, tokoh masyarakat dan para pelajar, Senin (29/10/18).

Selain diisi dengan materi siraman rohani oleh Habib Hasan Assegaf, Hari Santri Nasional ini diisi juga dengan materi tentang bahaya pemyalahgunaan narkoba, oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sukabumi serta penjelasan tentang Penanggulangan AID oleh Komisi Penanggulangan Aid Kab.Sukabumi.

Salah satu warga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan, yang juga merupakan calon anggota legislatif Kabupaten Sukabumi dari Partai Gerindra yang akan bertarung di daerah pemilihan I Kab.Sukabumi (Cisolok, Cikakak, Simpenan, Warungkiara, Palabuhanratu) mengapresiasi DKM Palabuhanratu yang telah memyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peran dan perjuangan para santri dan ulama patut dikenang, diteladani serta dilanjutkan dalam membela dan mempertahankan NKRI serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa dimasa sekarang.

“Peran santri dan ulama sejak masa perjuangan melawan penjajahan hingga di zaman milenial saat ini patut diteladani, karena kontribusinya sangat besar terhadap pembangunan, bangsa kita menjadi besar seperti sekarang ini tidak lepas dari andil para santri,” ujarnya.

(11)