Wong Chun Sen Tarigan : Satpol PP Kota Medan Kok Aneh..??

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan yang juga ketua Taruna Merah Putih Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, tidak habis pikir melihat kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan dibawah pimpinan M.Sofyan, yang dinilainya hanya berani bertindak tegas menegakkan Perda jika tidak ada kepentingan terhadap objek yang hendak ditertibkan, berbanding terbalik jika objek yang hendak ditertibkan ada kepentingan atau pesanan apalagi dari pemilik objek yang hendak ditertibkan.

“Kita sangat apresiasi sekali kinerja Satpol PP Kota Medan tersebut dalam menegakkan peraturan daerah, namun disayangkan, ketegasan tersebut berlaku jika tidak ada pesanan (kepentingan). Kita contohkan saja, Bangunan Toilet yang sudah dibangun di perumahan Komplek Deli Indah-II, Lingkungan X, Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Barat, jelas sudah menyalah dan melanggar, Komisi D juga sudah turun kelokasi dengan meminta agar toilet dibongkar dan sudah juga dirapatkan dengan teman-teman di Komisi D DPRD Kota Medan. Namun, sampai saat ini Satpol PP Kota Medan tidak berani membongkar toilet yang sudah selesai, dibangun oleh pemiliknya,” terang Wong, Jum’at (19/10/18) di Kota Medan.

Tambah Tarigan lagi, sikap tegas Satpol PP Kota Medan dibawah pimpinan M.Sofyan masih tajam kebawah tumpul ke atas. Sebab, jikalau ketegasan tersebut sejak dulu dilaksanakan, maka nama baik Kasatpol PP Kota Medan akan sangat dihargai dan dibanggakan oleh masyarakat Kota Medan.

Saat ini yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Medan dengan menumbangkan plang milik salah satu PAC Partai PDI Perjuangan (PDIP) di Kecamatan Medan Barat adalah perbuatan yang tidak membanggakan, namun hanyalah terkesan pencitraan agar masyarakat melihat bahwa Satpol PP Kota Medan tidak ada ‘Pilih Kasih’ dalam melakukan penertiban terhadap plang-plang milik Partai.

“Jika ingin merubah kota Medan menjadi lebih baik, mari kita sama-sama terbuka, laksanakan tupoksi masing-masing sesuai aturan, karena masyarakat Kota Medan sudah banyak yang pintar, sehingga, tidak mudah untuk di bohongi, jika untuk kebaikan dan kepentingan seluruh masyarakat pastilah kita dukung penuh,” katanya.

Namun lanjutnya, sangat disesalkan, ketika diketahui apa yang dilakukan itu hanyalah untuk pencitraan belaka, hanya untuk sekedar mencari simpatik yang akhirnya malah menyakitkan hati rakyat.

“Inilah yang saya katakan Satpol PP Kota Medan, aneh,” pungkas anggota DPRD Kota Medan dari Partai PDI Perjuangan Kota Medan ini.

(20)