Polisi Usut Akun Facebook Komunitas Gay Prabumulih

Pewarta : Iwan Brata Darma

Koran SINAR PAGI, Prabumulih,– Kehadiran sebuah grup penyuka sesama jenis di Facebook diduga kelompok gay di kota Prabumulih tengah ramai diperbincangkan baik di media sosial (medsos) maupun di kalangan masyarakat. Dalam grup itu, para anggota mengunggah gambar serta kalimat tak senonoh yang mendapat kecaman dari warganet.

Menanggapi hal tersebut, jajaran Satreskrim Polres Prabumulih pun sedang melacak dan menyelidiki keberadaan akun grup publik yang disinyalir beranggotakan sekitar 900an gay itu. “Iya betul ada informasi terkait itu (grup Gay Prabumulih, red),” ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Tarvolta Hutauruk dikonfirmasi, siang kemarin (12/10).

Kapolres juga mengatakan, polisi telah mengetahui informasi grup Facebook tersebut. Sejauh ini, kata dia pihaknya tengah melakukan pengusutan terhadap fenomena grup Facebook bernama Gay Prabumulih. “Didalami, kita lakukan penyelidikan lebih jauh,” kata dia.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Tarvolta Hutauruk

Dalam penyelidikan awal ini, Tito menegaskan telah memerintahkan tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Prabumulih yang dikerahkan untuk mengungkap kasus tersebut. Bahkan, untuk kedepan Kapolres memastikan pihaknya akan menelusuri kasus tersebut.

“Diawal kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan pendalaman. Dan sampai sekarang masih pendalaman dan penyelidikan. Namun belum bisa kami simpulkan apakah ini merupakan benar-benar kelompok yang terorganisir atau liar,” tuturnya.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat dan para orangtua yang memiliki anak remaja di kota nanas ini mengaku prihatin dengan kemunculan grup media sosial gay di Prabumulih. Salah satunya, Ahmad Fathoni (59) warga Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Sukaraja Kecamatan Prabumulih Selatan. Apalagi, kata dia anggota dalam grup Facebook itu, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 900 orang dan didominasi berusia pelajar.

“Kami juga tidak ingin di Prabumulih ini muncul persoalan seperti itu dan memengaruhi banyak orang Prabumulih untuk masuk dalam perbuatan menyimpang seperti itu,” ucapnya.

Bapak yang memiliki anak berusia remaja inipun sangat merasakan was-was, dengan kehadiran kelompok homoseksual secara terbuka di medsos tersebut. Disebutkan dia, mereka sudah menggunakan jaringan medsos di internet untuk menunjukkan keberadaannya dan bisa diterima oleh masyarakat di Prabumulih.

“Sebagai orangtua, saya khawatir penyakit masyarakat ini terus meluas dan memengaruhi banyak orang Prabumulih melalui media sosialnya. Gay Prabumulih sepertinya sudah go public, sekarang nggak malu-malu lagi, atau istilahnya sudah tidak sembunyi-sembunyi,” tukasnya.

(248)