written personal statement how to start off a rhetorical analysis essay best books to read to improve writing homeschool resources for essay writign writing an introductory paragraph help with thesis statement

PDAM Jeneponto Digeruduk Warga

Pewarta : Awing/Syam

Koran SINAR PAGI, Jeneponto,- Warga masyarakat Dusun Munte, Dusun Tontowa dan Dusun Loppong – Loppong, Desa Bontomate, Kecamatan Turatea, Senin (08/10/18) kemarin, mendatangi PDAM, menemui direktur PDAM Burhan Kareng Langke, untuk menyampaikan keluhan terkait mahalnya tagihan langganan.

Kedatangan warga tersebut menjadi puncak dari keresahan yang dirasakan karena merasa sudah tidak mampu lagi membayar tagihan harga air PDAM yang mencapai Rp.300.000/bulan, ada yang Rp.500.000 bahkan ada yang harus membayar hingga Rp.900.000.

Ironisnya, protes warga Munte tersebut bukan membuahkan solusi yang berpihak kepada masyarakat, Kareng Langke malah mengambil kebijakan memutus pasokan air PDAM ke Munte selama 3 bulan terhitung sejak Oktober hingga Desember 2018.

Terkait kebijakan tersebut, wargapun lantas mempertanyakan perihal uang muka sebesar Rp1.500.000 yang sudah disetorkan sekitar 45 Kepala Keluarga 6 bulan lalu, “Lalu uang muka yang kami setorkan kemana larinya ?” ucap salah satu warga Munte yang enggan menyebutkan namanya.

Sebagai konsumen kata dia, karena merasa dirugikan oleh pihak PDAM Jeneponto, maka warga seoakat meminta bantuan Serikat Pers Reformasi Nasional Cabang Jeneponto dan pengacaranya untuk memfasilitasi permasalahan tersebut dengan Direktur PDAM untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Selain itu, warga juga meminta kepada Wakil Bupati Jeneponto, H Paris Yang agar mengingatkan Kareng Langke, sebelum timbul masalah dengan warga.

“Warga akan menutup sumber mata air PDAM yang ada di Munte, karena merasa diperlakukan secara tidak adil oleh PDAM, sumber baku PDAM ada dimunte, lalu kenapa orang munte tidak boleh nikmati air, kata Agus Munte.

(15)