Oknum Disdik Ogan Ilir Diduga Pungut Upeti Pencairan Tunjangan Profesi Guru

Pewarta : Tim Investigasi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Oknum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, diduga menerima upeti terkait pemulusan pencairan sertifikasih guru (Tunjangan profesi guru)se kabupaten Ogan Ilir.

Hal ini terungkap dari pengakuan salah satu guru Sekolah Dasar (SD) yang meminta namanya dirahasiakan, yang hendak mengurus berkas pencairan tunjangan profesi guru (Sertifikasi guru).

Menurutnya, untuk setiap proses pengurusan berkas sertifikasi guru di Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, para guru dipungut biaya sebesar Rp.50.000,- dengan alasan agar tunjangan profesi guru cepat cair.

Uang tersebut diberikan melaui kepala sekolah dan disetor ke staf Disdik inisial SL (PNS) dan AA, seorang TKS (Tenaga Kerja Sukarela) di Dinas Pendidikan, Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut informasi, uang sebesar Rp.50,000,- tersebut disetor kepada oknum yang bersangkutan setiap mengumpulkan berkas sertifikasi untuk pencairan Tunjangan profesi guru, “Jumlah guru sertifikasi ada 6 orang, maka oknum tersebut menerima upeti sebesar Rp.300,000,- melaui kepala sekolah,” ujarnya.

Lanjutnya, hasil dari pungutan uang upeti kesemua guru sertifikasi se Ogan Ilir ini, SL mampu mendapatkan berbagai fasilitas mewah, seperti membeli mobil mewah dan rumah mewah, padahal ia hanya golongan II D, dan bekerja di Dinas Pendidikan baru sekitar 4 tahun.

Hingga berita ini ditayangkan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir belum bisa dikonfirmasi terkait upeti (pemungutan) pemulusan pencairan tunjangan profesi guru tersebut.

(319)