Dua Gender Politisi PDI Perjuangan Serap Aspirasi Publik Dengan Pengobatan Gratis

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Padalarang, KBB,- Sebagai seorang politisi, lebih-lebih yang sudah dikenal sebagai Mantan istri Bupati, dekat dengan rakyat dan memahami denyut nadi aspirasi serta kehendak rakyat, lalu memperjuangkannya, menjadi sebuah kewajiban yang siap dilaksanakan Caleg PDIP, untuk DPRD Propinsi Jawa Barat, bernomor urut 4, yang akan bertarung di daerah pemilihan Jabar 3 (tiga), Kab.Bandung Barat, Dra.Hj.Elin Suharliah,M.Si.

Melalui acara pengobatan yang dilaksanakan sebagai wujud kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat KBB, yang akan menjadi salah satu konsentrasi utamanya, jika terpilih nanti.

“Kesehatan masyarakat KBB pada umumnya, akan menjadi fokus perjuangan saya di DPRD nanti,” ucapnya disela – sela acara pengobatan gratis yang digagasnya bersama Tuti Turimayanti, Caleg KBB, bernomor urut 1 (satu) di daerah pemilihan 1 (satu) yang meliputi, Kec.Padalarang, Kec.Ngamprah dan Kec.Saguling ini di Kampung Babakan Loa Rt.05 Rw.07.

Kehadiran duet Caleg wanita dari PDIP ini dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menyampaikan aspirasinya.

“Pengobatan gratis ini sebagai wujud kepedulian saya terhadap kesehatan. Insya Alloh jika dipercaya masyarakat duduk di legislatif saya akan konsentrasi terhadap permasalahan kesehatan masyarakat,” ucap Elin.

Dia mengungkapkan alasan kenapa dirinya melakukan bhaksos pengobatan gratis tersebut, karena menurutnya tidak semua masyarakat bisa mengakses kesehatan, dengan beragam alasan dan latar belakang, “Banyak alasan kenapa masyarakat tidak segera berobat ke Puskesmas diantaranya waktu dan lokasi, penyakit yang biasa diderita masyarakat dari kalangan kurang mampu, berada di bawah garis kemiskinan. Dimana kebutuhan akan gizi tidak terpenuhi disamping problema kehidupan, apalagi tinggal di pemukiman yang sangat padat dengan problema sosialnya sendiri,” katanya.

Menurutnya, saat ini sudah bukan masanya lagi berkampanye dengan cara turun ke jalan atau melakukan karnaval berkeliling kota yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, “Saya lebih memilih cara yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya lewat kegiatan pengobatan gratis ini, diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Elin.

Tuti Turimayanti, Caleg PDIP, no urut 1 untuk DPRD Kab.Bandung Barat, dapil 1.

Ditempat yang sama, Tuti Turimayanti yang untuk kedua kalinya beliau mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif, mengaku optimis menjadi calon kuat dan duduk sebagai salah satu anggota dewan legislatif Kab.Bandung Barat periode 2019-2024 mendatang.

“Saya siap menjadi wakil rakyat yang dekat dengan warga dengan mengusung program pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, pengobatan gratis yang dilaksanakan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Inilah wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat, mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak ada waktu lagi bagi kita berdiam diri, turun lamgsung ke tengah masyarakat, bantu dan jemput aspirasi mereka,” ujarnya.

Bhakti sosial yang diadakan di Kampung Babakan Loa Rt.05 Rw.07 tersebut diikuti sedikitnya 200 warga. Ketua Rw.07. Asep Kustiawan, menyampaikan rasa terima kasih warga atas dilakukannya Pengobatan Gratis ini, “Kegiatan seperti ini memang sangat ditunggu warga karena sangat bermanfaat,” ucapnya.

Pengobatan gratis ini ditangani oleh dua orang dokter praktek yang kebetulan berdomisili disekitar Baloper dr.Fiqih Firdaus Budiman (dr.Fiqih) & dr. Nur’azizah Anisa Aulia Budiman (dr.Ula).

“Sebagian besar masyarakat yang berobat dalam kegiatan ini rata-rata mengeluhankan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang diakibatkan musim pancaroba dan menghirup udara yang kualitasnya kurang baik untuk pernafasan,” ungkapnya.

Sedangkan pasien yang berusia lanjut, tambahnya, kebanyakan menderita penyakit rhematik dan darah tinggi, serta gangguan pencernaan, “Semuanya saya layani tanpa memandang mereka dari Parpol apa atau pendukung Caleg siapa. Karena tujuannya pengobatan memang untuk membantu masyarakat kecil, masyarakat perlu yang kerja nyata bukan janji,” tutur dr.Fiqih.

(34)