Tak Bayar Pajak Dispenda Ogan Ilir Segel 8 Galian C

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Tim Terpadu kembali turun ke wilayah Kecamatan Tanjung Raja dan Sungai Pinang, untuk mengingatkan pada pemilik galian C berupa pengerukan tanah dan pasir, tim terpadu dipimpin langsung oleh Sekretaris Bapenda Pemkab OI, Azhari Adan dan Kabid Penagihan – Pemeriksaan M.Indra Sakti dengan libatkan unsur TNI-Polri dan Puluhan Petugas Pol PP selaku penegakan Perda.

Tim terpadu mulai melakukan sidak ke usaha galian C di Desa Tanjung Temiang Kecamatan Tanjung Raja, hanya saja dilokasi tersebut petugas tidak menemukan pemilik atau pegawai usaha galian C berupa pengerukan tanah, diduga sidak yang dilakukan Tim Terpadu telah bocor duluan, namun petugas tetap memasang segel penutupan sementara sebelum wajib pajak (WP) melunasi pajaknya, selain itu petugas memasang police line.

Selanjutnya petugas melakukan sidak di Desa Belanti Kecamatan Tanjung Raja, petugas disambut oleh pemilik galian bernama Hatta, “Terus terang Pak, apa yang dilakukan petugas sudah terlambat, coba 5 bulan lalu banyak sekali usaha galian C beroperasi, saya sendiri awalnya membayar pajak, tapi karena yang lainnya tidak melaksanakan kewajibannya, akhirnya saya pun tidak membayar pajak, tapi segera akan utus petugas saya untuk kembali mengurus WP,” kata Hatta.

Delain sidak terhadap puluhan usaha pengerukan tanah untuk penimbunan jalan tol, petugas juga melakukan sidak usaha galian C berupa pasir, meski ada yang tidak bisa ditemui pemiliknya, namun petugas tetap menyegel penutupan sementara dan mempolice line, termasuk menyerahkan surat panggilan kepada pemiliknya kepada pegawainya, agar pemilik galian C segera datang ke kantor Bapenda untuk segera mengurus dan melaksanakan WP.

“Kalau panggilan itu, tidak diindahkan, tentu akan kita tutup secara permanen,” tegas Azhari Adan.

Azhari Adan juga mengakui, memang ada pemilik galian C sudah melaksanakan WP, namun nilai pembayaran WP, sepertinya tidak sesuai dengan volume produksi yang dihasilkan.

(153)