Bimtek Pemberdayaan PMI Purna dan PMI Keluarga Angkatan V di Kabupaten Ogan Ilir

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Sejalan dengan program “Indonesia Memanggil”, BNP2TKI melalui Direktorat Pemberdayaan melakukan program pemberdayaan masyarakat khususnya PMI (Pekerja Migran Indonesia) Purna dan keluarganya dalam bentuk kegiatan edukasi pengelolaan keuangan dan kewirausahaan berupa praktek keterampilan pembuatan kemplang panggang, kue semprong, kue linting dan aneka keripik (Singkong, Pisang & Ubi Ungu) agar kelak pada PMI dan keluarganya dapat mengelola / memanfaatkan uang yang didapat dari hasil bekerja di luar negeri untuk berwirausaha.

Untuk mendukung program tersebut, BP3TKI Palembang melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Terintegrasi bagi PMI Purna dan Keluarganya angkatan V Tahun 2018. Kegiatan yang dilaksanakan dikantor Lurah Tanjung Raja 24-29 September 2018, dimaksudkan untuk mengarahkan para PMI Purna dan Keluarganya agar dapat produktif dan mandiri melalui program kegiatan usaha mandiri

Ka.BP3TKI Palembang, Sri Haryanti berharap pulang dari kegiatan ini peserta membawa bekal ilmu yang dapat dikembangkan dalam bidang untuk meningkatkan taraf kehidupan. 

“PMI yang telah kembali ke Indonesia diharapkan bisa menggunakan hasil yang diperoleh di luar negeri sebagai modal untuk memulai usaha dan tidak berniat kembali bekerja di luar negeri, karena mempunyai kekuatan untuk membuka usaha mandiri dan juga berpenghasilan di negeri sendiri,” ujarnya.

Salah satu PMI Purna, Eli Dawati warga Tanjung Raja menuturkan, para peserta kegiatan mengaku sangat senang dan antusias belajar, terutama saat mengamati proses pembuatan klempang Panggang, Pempek dan lainnya.

Eli yang sempat bekerja di Malaysia selama 3 tahun, mengungkapkan rasa senangnya, karena setelah mengikuti pelatihan tersebut, akand diberikan modal usaha sebesar Rp.1.400.000 dari Dinas Sosial, sehingga dirinya tak perlu lagi kerja ke luar negeri, karena sudah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, ujarnya.

Sementara Aminah, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Palembang menyarankan agar PMI yang berangkat ke luar negeri untuk tidak berlama-lama bekerja di luar negeri, segeralah pulang ke Indonesia apabila telah memiliki modal yang cukup untuk kemudian membuka usaha.

Untuk membantu PMI Purna yang telah memiliki modal namun kesulitan untuk memulai usaha, kata Aminah lagi, BP3TKI Palembang melaksanakan kegiatan perluasan kesempatan kerja bagi PMI Purna dan keluarga.

“Tujuan pemberdayaan ini adalah untuk perbaikan pendapatan melalui perbaikan bisnis yang dilakukan,” katanya.

Kepala BP3TKI Palembang, juga mengharapkan, kegiatan ini dapat menjadi peluang bagi peserta utuk memulai usahanya sehingga para PMI Purna tersebut dapat memperbaiki pendapatannya dan tidak memiliki keinginan untuk berangkat bekerja kembali di luar negeri, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di wilayah Ogan Ilir

“Harapannya, kegiatan ini untuk dipraktekkan agar sesuai dengan minatnya agar cepat majuh dan berkembang, bisa dititipkan di warung-warung atau bukan lapak sendiri kalau setelah perjalan akan mendapatkan bantuan pinjaman dari KUR, kebetulan kita sudah berkerja sama Bank BRI, agar menjadi peluang usaha yang baru. Dengan kalian membuka usaha sendiri, maka kalian dapat memperoleh pendapatan baru, namun kali ini kalian adalah boss-nya, artinya, tanpa perlu keluar negeri lagi, kalian tetap bisa dapat uang, bahkan kalian juga dapat membantu mengurangi pengangguran di daerah kalian”, pungkas Aminah Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Palembang di Ogan Ilir.

(37)