Profesinya Dihina Kepala SMPN 1 Tanjung Batu, Wartawan Sidak Post Lapor Polisi

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,– Pelecehan terhadap profesi wartawan kembali terjadi, kini dilakukan oleh Kepala SMP Negeri I, Tanjung Batu, Naziroh, terhadap salah satu wartawan dari media Sidak Post.

Kejadiannya bermula saat wartawan Sidak Post hendak menagih uang pemasangan Iklan HUT RI ke 73 bulan Agustus 2018 kemarin sekaligus uang langganan koran di sekolah tersebut, kepada Naziroh, namun menurut kepala sekolah, uang dimaksud sudah dibayarkan, sambil menunjukan bukti kwitansi pembayaran, tetapi wartawan Sidakpost tidak merasa menerima pembayaran tersebut, dengan alasan tidak ada cap dan tanda tangan dirinya pada kwitansi tersebut, hingga akhirnya terjadi adu mulut diantara keduanya.

Sang kepala sekolah dengan arogannya marah-marah bahkan mengusir wartawan tersebut sambil menyebut bahwa semua wartawan pemeras.

Karena merasa dilecehkan dengan hal-hal yang dituduhkan oleh kepala sekolah tersebut kepada dirinya dan profesinys sebagai wartawan, ia kemudian mencoba konsultasi dan melaporkan hal itu ke Polsek Tanjung Batu.

Saat dipanggil oleh pihak Polsek untuk mediasi, ibu itu masih saja mengeluarkan kata-kata arogan, dengan suara lantang dirinya kembali melecehkan wartawan seolah tak punya itikad baik untuk berdamai, sehingga kasus inipun berlanjut denggan laporan ke Polres Ogan Ilir, Senin (24/09/18).  

Wartawan Sidakpost mengungkapkan, saat itu sambil marah – marah, kepala sekolah mengusir dirinya dengan nada sangat kasar, “Pergi kamu dari sini, sambil mengancam akan lempar asbak rokok dan mengancam akan melaporkan saya ke Polres,” katanya, mengutip ucapan Naziroh.

Dia juga mengatakan, semua wartawan rombonganmu ini setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan datang berombongan kesekolah ini minta uang, “Saat saya tanya siapa nama wartawan yang dimaksud, dia menjawab semua wartawan itu pemeras,” lanjutnya.

Dia mengaku tidak menyangka kalau Nazhiroh memiliki sifat kasar seperti itu, karena sebelumnya dia dikenal sebagai orang yang sangat baik, “Saya heran, kok bu Naziroh bisa sekasar ini, padahal saya tidak merasa melakukan kesalahan,” ujarnya.

Sementara itu pihak Polres Ogan Ilir yang menangani perkara ini mengatakan, untuk kelengkapan berkas perkara, penyidik Polres Ogan Ilir akan segera memanggil para saksi.

Penyidik Reskrim Polres Tanjung Batu, Ipda Jimi mengatakan, berdasarkan laporan polisi : LP/B-260/IX/2018/SPKT-I/Polres Ogan Ilir, tanggal 24 September 2018. Kepala SMPN 1 TANJUNG BATU telah secara terang-terangan melecehkan profesi pers hingga membuat wartawan Sidakpost yang berkerja di Ogan Ilir resah dengan perkataan kepala sekolah tersebut.

Ia menjelaskan, dalam penyelesaian berkas perkara tersebut, pihaknya akan mengacu kepada tindak pidana pencemaran nama baik atau penghinaan profesi yang diatur dalam pasal 310 KUHP dengan ancaman 5 (lima) tahun penjara.

“Secepatnya akan kami proses sesuai aturan dan hukum yang berlaku, sebab setiap profesi dilindungi undang-undang, apalagi ini sudah merupakan instruksi dari Kasat Reskrim,” tegasnya.

(591)