Pelaku Pedofilia Mangsa Belasan Anak di Desa Telaga, Caringin Kab.Sukabumi

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Polsek Caringin bekerjasama dengan Polres Sukabumi berhasil mengungkap kasus kekerasan seksual yang dilakukan orang dewasa terhadap anak dibawah umur atau lebih dikenal dengan istilah pedofilia yang terjadi di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Hal ini terungkap dalam Press Release yang digelar dihalaman Polsek Caringin, Selasa (25/09/18), Kapolres Sukabumi AKBP Nasriyadi menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap N (45) pelaku pedofilia terhadap 12 anak dibawah umur (9-10) yakni 4 orang anak laki – laki, 5 orang anak perempuan, sementara 3 anak lainnya berhasil melarikan diri sebelum mendapat pelecehan dari pelaku.

“Tersangka yang berstatus pengangguran ini selalu mengincar anak dibawah umur baik laki-laki maupun perempuan, sebagai korbannya,” katanya.

Menurut Nasriyadi, ini sudah masuk kategori kejadian luar biasa dan bukan tidak mungkin masih banyak korban lainnya diluar sana, “Mungkin masih belum berani atau malu untuk melapor,” tambahnya.

Masih menurut Kapolres Sukabumi, terungkapnya perkara ini berawal dari laporan orang tua AD (9) salah satu korban yang curiga dengan sikap anaknya yang sering mengeluh ingin pindah sekolah tanpa memberi alasan yang jelas. Setelah didesak, akhirnya AD mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual (sodomi) oleh tersangka DN.

“Menerima laporan tersebut, personil Satreskrim Polsek Caringin dibantu masyarakat, langsung mengamankan pelaku dan membawanya ke Mako Polsek Caringin untuk diperiksa,” tuturnya.

Polisi masih terus mengembangkan proses penyelidikan, bila kemungkinan ada pelaku lain yang membantu aksi tersangka DN, “Kita masih dalami modus operandi tersangka dalam melakukan aksinya, apakah dengan bujuk rayu mencegat korban atau dengan kekerasan, karena menurut keterangan ada korban yang diikat dan dilakban mulutnya agar pelaku leluasa melakukan aksinya di Kampung Coblong Desa Talaga Kecamatan Caringin,” paparnya.

Pihak kepolisian, katanya, masih menunggu informasi lebih lanjut dari masyarakat.

Barang bukti yang berhasil diamankan baru berupa celana dalam tersangka dan para korbannya, tali, lakban, baju serta sarung yang digunakan tersangka saat beraksi.

Akibat perbuatan bejadnya, tersangka dijerat dengan undang-undang no. 17 tahun 2006 pasal 81 juncto pasal 82 tentang perlindungan anak dengan ancaman 5 – 14 tahun penjara.

(84)