essay about animal testing how to write a good english essay essay proposal template template for apa paper how to right a thesis

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Lakukan Pembenahan Pelaku Seni Melalui TDOK

Pewarta : Maman Sugiamam

Koran SINAR PAGI, Kuningan,-
Dalam upaya pembenahan organisasi kesenian, Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kuningan melalui Bidang kebudayaan mengharapkan agar pelaku seni harus sudah mempunyai Tanda Daftar Organisasi Kesenian (TDOK) dan sudah terbentuk suatu organisasi. Hal ini di sampaikan Kabid Kebudayaan Dodon Sugiharto, S.Pd, M.Pd., saat di konfirmasi melalui telepon genggamnya (20/09).

Tanda daftar organisasi kesenian adalah sertifikasi yang diberikan kepada organisasi, perkumpulan dan sanggar seni untuk melakukan aktifitas seni yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa dan hasil karya ditengah masyarakat, dalam upaya pengembangan kebudayaan yaitu menghidupkan kebudayaan, meningkatkan, memperkarya dan menyeberluaskan kebudayaan.

“Kita ingin, group yg beraktifitas di masyarakat adalah group yang berkonsep punya nomer registrasi, punya organisasi tetap, punya personil tetap, sehingga masyarakat mendapat proteksi dan perlindungan dari pelaku seni, dengan demikian kegiatan seni dapat dipantau, dikendalikan dan dibina. Selain itu penataan organisasi yang sudah punya di ganti sedang yang belum punya di Fasilitasi untuk membuatnya, ”ungkap Dodon

Masih menurut Dodon, bahwa jumlah organisasi seni (apapun) berbanding lurus dengan jumlah SDM seni di masyarakat, Ada 100 group dangdut berarti Kuningan harus punya SDM 100 pemain keyboard, 100 gitaris , 100 mandolin, 100 bassis, 100 drum gendang, 100 mc, 100 pemain suling dan Minimal 300 vokalis dangdut.

“Sekarang kan vandel beda- beda pemainnya ya itu-itu saja, saat musim hajat (ramai pemesan), kehabisan stock, masyarakat yang rugi, harus membayar relatif mahal untuk hiburan yang kurang maksimal, ”Tambahnya

Saat Koran SINAR PAGI, menanyakan mengenai cara pembuatan TDOK. Dodon menjelaskan bahwa, bagi para pelaku seni yang sudah terbentuk organisasinya bisa langsung datang ke Disdikbub bidang kebudayaan, ”kita sudah ada team yg akan membantu pembuatannya, “jelas Dodon lagi.

Lebih lanjut Dodon menuturkan,  Seniman harus melakukan kegiatannya secara profesional. Seni bisa dilihat dari dua sisi, seni sebagai estetika produk (kepuasan bathin/ hobby) dan Seni sebagai komersial produk ( mencari nafkah/ ekonomi) jadi seniman harus bisa memilah-milahnya secara bijak. “Apa yg saya lakukan di heman ka budak tiap hari Minggu di cfd adalah sikap saya memandang seni sebagai estetika produk. Saya melakukannya ikhlas dan senang hati, demi masyarakat dan dunia pendidikan. Art for Art Seni hanya untuk seni ”pungkasnya

(161)