Keluhan Warga Terkait Kualitas Buruk Material Program BSPS Terus Bermunculan

Pewarta : Alex

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Tulungagung,– Progam BSPS yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang diperuntukan bagi warga tidak mampu, seharusnya membuat masyarakat sebagai penerima manfaat tersenyum bahagia, namun sebaliknya malah memunculkan berbagai keluhan dari warga, pasalnya kualitas material bahan bangunan yang datang tidak bagus, bahkan warga diberikan nota bodong oleh pendamping kelurahan.

Sebelumnya, warga Desa Mojosari dan Kelurahan Tretek telah pula mengeluhkan hal serupa, dimana kualitas material berupa batako, pasir, genting dan bahan bangunan lainnya jauh dibawah standar kelayakan.

Dan kali ini keluhan serupa datang dari warga penerima manfaat program di Kelurahan Jepun, Kabupaten Tulungagung, bahkan didaerah ini warga mengaku diberi nota bodong oleh pendamping program.

pSeperti yang diungkapkan salah satu warga Kelurahan Jepun yang enggan menyebutkan namanya, “Apa benar mas material yang diberikan semua ini senilai Rp.15 juta ? soalnya setelah saya hitung – hitung kayak gak sampel segitu, soale saya juga kemarin cuma dikasih nota beli kosong gak ada harganya,” ucapnya bingung.

Terus tambahnya, kondisi materiale juga seperti itu, batako ya gampang hancur dan pecah, pasire lebo (pasir mengandung kadar lumpur tinggi).

“Bangun ini malah utangku tambah akeh la materiale batako seperti ini, saya harus jadi olah tambah semen buat lepo, saya bingung mau laporan ya gimana,” keluhnya dengan logat jowonya.

Saat ditemui diruang kerjanya, Ali Kusno mengaku tidak tahu menahu soal kualitas bahan bangunan yang dikirimkan ke warga penerima manfaat, dia menyarankan untuk menanyakan hal ini langsung kepada dinas yang bersangkutan.

“Aku gak ngerti mas, wes gak usah minta statemen saya, tanyakan langsung saja ke Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Sumber Daya Air, karena materialnya dari sana,” pungkasnya.

(87)