Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi

Pewarta : Alex

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Tulungagung,- Kendati penolakan terhadap berbagai bentuk tindak kekerasan kepada para kuli tinta, saat menjalankan tugas jurnalistik terus didengungkan, bahkan UU no 40 tahun 1999 tentang pers dengan jelas mencantumkan barang siapa menghambat wartawan dalam mencari, mengumpulkan, dan mengolah informasi dipidanakan dengan ancaman 2 tahun penjaran atau denda senilai Rp 500 juta.

Namun walaupun No 40 tahun 1999 telah menjamin wartawan dalam melakukan pekerjaannya, tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum – oknum yang merasa terusik dengan kehadiran wartawan dilapangan sebagai kontrol sosial tetap saja terjadi.

Seperti yang terjadi Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dimana HS, salah satu wartawan dari media Republik News mendapat perlakuan kasar dari para penambang pasir di Bantaran Sungai Brantas yang diduga ilegal, Senin (03/09/18).

Menurut pengakuan HS kepada koransinarpagijuara.com, saat hendak melakukan peliputan dilokasi penambangan pasir ilegal tersebut dirinya dihadang oleh beberapa oknum penambang dengan kasar, yang kemudian merobek surat tugas kewartawan yang menjadi salah satu bukti legalitas nya sebagai wartawan, saat ditunjukan.

Selain itu HS juga digelandang hingga bajunya robek bahkan oknum penambang yang dirasuki amarah ini sempat akan mengroyok dan memukul wartawan tersebut.

Mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari oknum penambang, HS kemudian melaporkan kasus yang dialaminya tersebut kepada pihak berwajib di Polsek Ngantru, dengan laporan Polisi No Pol : LP / 16 / IX / Res.1.16 / 2018 / Jatim / RESTL – AGUNG / SEK – NGANTRU, Tanggal 2 September 2018. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335 Ayat (1) KUH Pidana.

(88)