Dua Wartawan Alami Tindak Kekerasan Di Kantor Samsat Kab.Bogor

Pewarta : Anis M,SE.

Koran SINAR PAGI, Kota Depok,-Isma dan Faldy Valentino Kuron yang merupakan wartawan media newsmetro.com dan juga anggota Ikatan Penulis dan Jurnalis (IPJI) Kota Depok, mengalami tindak kekerasan yang dilakukan oknum petugas kepolisian di Kantor Samsat Kab.Bogor usai mengambil gambar/photo untuk keperluan pemberitaan terkait dugaan pungli di kantor tersebut, Rabu (31/08).

Kepada Koran SINAR PAGI, Faldy menyampaikan, seusai mengambil photo, kamera miliknya direbut dan dilempar hingga rusak.  Bersamaan dengan itu salah seorang oknum anggota kepolisian yang bertugas di Samsat Kab.Bogor melayangkan 3 kali pukulan keras ke wajah, akibatnya Faldy mengalami patah tulang hidung dan terjadi pergeseran hingga mengalami sesak nafas.

“Kamera saya dilempar dan photonya dihapus dan tiba-tiba salah seorang oknum anggota kepolisian memukul wajah saya sebanyak 3 kali,” ungkap Faldy.

Isma yang turut merekam kejadian tersebut, dikepung kemudian kameranya direbut dan photonya dihapus serta mendapat pukulan dibagian kepala belakang, “Saya diteriaki, bunuh saja, bunuh saja, baru kemudian dibiarkan lewat,” ujar Isma.

Kronoligis kejadian tersebut seperti yang disampaikan Faldy dan Isma kepada koransinarpagijuara.com, berawal saat 5 (lima) orang Wartawan yaitu, Faldy, Dwi, Julijar, Isma dan Gustini, bermaksud melakukan liputan terkait adanya dugaan pungli di Kantor Samsat Kab.Bogor, namun saat Faldy cs sedang melakukan pengambilan gambar di halaman kantor tersebut,  Baur,H.Didin, menghampiri Faldy seraya menghardik dengan kata-kata kasar, “Bajingan kamu, bangsat kamu,” terang Fadly mengutip ucapan kasar salah satu Baur di kantor Samsat Kab.Bogor.

Selanjutnya, Baur.Didin memerintahkan kepada 3 anggotanya untuk membawa paksa para wartawan dengan kasar keruangannya untuk pemeriksaan.

Saat Faldy kembali berusaha merekam kejadian tersebut, H.Didin memerintahkan anggotanya untuk merebut kamera yang digunakan Faldy dan melemparkannya hingga mengalami rusak berat.

Pasca insiden pemukulan itu, Faldy dan Isma langsung membuat laporan ke Reskrim Polres Bogor. Namun menurut Faldy dirinya belum di BAP, karena lukanya dianggap ringan.

Untuk kepentingan pemeriksaan selanjutnya dilakukan visum terhadap luka dibagian hidung Faldy yang terkena pukulan dan hasilnya menyatakan bahwa tulang hidung Fadly mengalami patah dan terjadi pergeseran hingga mengalami sesak nafas, selanjutnya harus dilakukan perawatan ke THT.

Faldy mengaku bingung tidak ada satupun anggota polisi yang berusaha melerai saat terjadi pemukulan terhadap dirinya, padahal kata dia, saat itu banyak sekali anggota kepolisian yang melihat dan menyaksikan lansung insiden tersebut, ucapnya.

Sementara itu, Ai Mulyani, Ketua DPW IPJI JABAR, yang dihubungi secara terpisah menyatakan keprihatinannya atas sikap arogansi serta kesewenang – wenangan yang ditunjukan oknum anggota kepolisian hingga terjadi insiden yang menimpa anggotanya.

Lebih jauh Ai meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian tersebut secara transparan.

(174)