Musyawarah Petani Dan Pengelola Taman Batu Hasilkan Kesepakatan

Pewarta : Dede

Koran SINAR PAGI, Kab.Purwakarta,- Masyarakat petani warga RT/RW 13-05 Desa Cipendey, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta mengadakan rapat dengan pengelola Pariwisata Taman Batu untuk membahas sumber mata air irigasi yang dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pengairan pesawahan di wilayah Cipetey, bertempat di obyek wisata Taman Batu yang turut dihadiri Kepala Desa Cipendey, Kosasih, Babinsa setempat dan Imron, Pemilik Taman Batu, Kamis (16/08/18).

Dalam kesempatan tersebut masyarakat petani mengutarakan keinginan untuk mencari solusi agar debit mata air bisa memenuhi kebutuhan pengairan sawah yang mereka garap.

Kades Cipendey, Kosasih mengajak warga dan pengelola Taman Batu untuk bersama – sama mencari cara untuk memecahkan masalah pengairan tersebut agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, baik petani ataupun pengelola Obyek Wisata Taman Batu.

Menurutnya, selain bidang pertanian, Obyek Wisata Taman Batu juga merupakan asset Desa Cipendey, “Mas Imron sudah teken kontrak dengan pemerintah desa untuk pengelolaan Taman Batu selama 25 tahun Kedepan, tolong warga juga memahami ini, kelak kalau sudah habis waktu kontraknya, Taman Batu ini jadi milik kita bersama,” ucapnya.

Terkait masalah air, lanjutnya, harus ada saling pengertian diantara kedua belah pihak mengingat saat ini tengah musim kemarau, sehingga debit air menjadi berkurang, “Nanti kalau musim hujan tiba, debit air pasti kembali normal, bahkan mungkin berlebih,” imbuhnya seraya mengajak untuk bersama – sama menjaga kondusifitas demi kenyamanan dan kemajuan semua pihak.

Sementara Imron, pengelola Taman Batu mempersilahkan petani masuk ke lokasi Taman Batu untuk mengontrol aliran air, “Kalau ada masalah dengan aliran air yang menuju pesawahan petani, karena alirannya melewati Taman Batu, silahkan warga untuk memeriksanya kedalam Taman Batu, atau bisa meminta bantuan karyawan Taman Batu juga boleh, saya tidak keberatan,” tutupnya.

Musyawarah untuk mufakat antara petani dan pengelola Obyek wisata Taman Batu yang ditengahi Kepala Desa Cipendey itu akhirnya membuahkan kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak.

(51)