Pondasi Talud Oprit Penahan Jembatan Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Pondasi talud oprit/tembok penahan longsor bermaterialkan batu sungai pada bawah Jembatan besi di Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang baru rampung dikerjakan sekitar 1 (satu) minggu lalu, batu – batu pondasinya sudah mulai ada yang terlepas lagi, diduga hal ini terjadi akibat proyek dikerjakan tidak sesuai dengan bestek atau asal jadi.

Dari hasil pantauan dilokasi, tinggi pondasi yang hanya 50 Cm dan panjang 6 Meter dikiri kanan jembatan, dirasa tidak sesuai untuk menopang jembatan besi setinggi 4 meter tersebut, terlebih dengan campuran semen yang sangat sedikit dalam adukan.

Kondisi seperti ini dikahawatirkan akan membahayakan bagi pengguna jembatan, “Mungkin saat ini pondasi masih aman karena sedang musim kemarau, tapi saat musim hujan nanti dikhawatirkan jembatan ambrol, sementara ada beberapa rumah warga disekitar jembatan besi itu,” kata salah satu warga yang enggan namanya ditulis.

Selain terkesan dikerjakan asal jadi, sejak awal proyek jembatan berjalan tidak ada papan kegiatan, sehingga masyarakat tidak mengetahui asal usul dan besaran anggaran yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut.

Bahkan ada warga yang rumahnya dekat sekali dengan pembangunan jembatan besi itu menanyakan asal dana yang digunakan untuk pembangunan jembatan ini, “Dana pembangunannya dari partai atau dari Dana Desa ?,” tanyanya bingung.

Awalnya warga merasa sangat senang melihat dibangunnya jembatan besi didesa ini, tetapi ketika mengetahui dalam pengerjaannya asal jadi, mereka pun mengaku kecewa dan diliputi kekhawatiran jika suatu saat jembatan ambruk.

“Saat kami tanya kepada pemborongnya mengenai kondisi pondasi penahan jembatan yang seolah dikerjakan asal jadi, pemborongnya mengatakan masalah pondasi penahan dibawah jembatan tidak ada dalam RABnya, pondasi itu bonus dari kami katanya,” ujar warga.

Sementara itu, Paisol sang pemborong saat dihubungi via telpon dan WA mengatakan, pembangunan jembatan itu didanai dari APBD senilai Rp.900 juta,

Dia mengaku pembangunan jembatan sudah dikerjakan sesuai dengan RAB, “Kalau masalah pondasi penahan dibawah jembatan itu bonus dari kami, sebenarnya tidak dibuat juga tak masalah, karena tidak ada dalam RAB,” katanya,

Kalau memang dinilai tidak sesuai, lanjutnya, siapa pun baik dari LSM atau media, silahkan beritakan saja, “Kalau dengan LSM kami sudah sering dilaporkan hal itu sudah biasa saya tidak takut,” ujarnya terkesan menantang.

(149)