Dugaan Penyelewengan Belanja Material Anggaran BSPS Di Kelurahan Tretek, Tulungagung

Pewarta : Okky

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Tulungagung,- Warga Kelurahan Tretek, Kabupaten Tulungagung mengaku kecewa dengan kualitas material bangunan untuk program BSPS (Bedah Rumah) yang dibelanjakan oleh pendamping Kelurahan Tretek.

Pasalnya, material berupa batako yang dikirim sangat mudah hancur, selain itu, pasir juga mengandung kadar lumpur tinggi, sedangkan material berupa batu dicampur dengan batu gombong dan pengiriman kayu yang sudah rusak, sehingga warga dan pekerja (tukang) sulit untuk menghasilkan pekerjaan dengan baik.

Seperti diakui oleh beberapa orang Warga Kelurahan Tretek yang diwawancarai tim koransinarpagijuara.com, “Kami jadi kesulitan mas, baru saja dipegang batako sudah hancur, kondisi pasirnya juga jelek, saya jadi bingung harus cari kemana uang untuk beli tambahan semen dan pasir, apa semua ini seharga Rp.15.000.000, ya mas,” tanyanya.

Saat ditemui dikantornya, Lurah Tretek, Hariyadi mengaku sudah mendengar ungkapan kekecewaan warganya dan menyatakan siap membantu mencari solusi dari permasalahan tersebut.

“Karena pendamping sulit dihubungi, agar semuanya jelas dan terbuka, sebentar saya panggil kasi pembangunannya mas,” ucap Hariyadi.

Namun ternyata, Kasi Pembagunan Kelurahan Tretek ini mengaku tidak tahu masalah tersebut, “Saya gak megang datanya,” ucapnya ketus dan langsung meninggalkan tempat.

Sementara tim pendampingan program BSPS Kelurahan Tretek, hingga berita ini ditayangkan belum berhasil ditemui.

(108)