Polres Pelabuhan Belawan Mediasi Penyelesaian Dualisme Kepengurusan PC Al Jami’yatul Wasliyah

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Adanya dualisme kepengurusan PC Al Jami’yatul Wasliyah Kecamatan Medan Belawan dikhawatirkan memicu pertikaian didalam Organisasi Masyarakat (Ormas) tersebut. Oleh karena itu Polres Pelabuhan Belawan menyikapinya dengan melakukan mediasi dengan mengundang dua pengurus PC Al Jami’yatul Wasliyah di Aula Catur Sakti Polres Pelabuhan Belawan.

Kegiatan mediasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Intel AKP B Lubis didampingi oleh Kasat Binams AKP H Justar Purba dan turut juga dihadiri Muspika Medan Belawan, Ketua MUI Medan Belawan dan Tokoh Masyarakat.

Dalam mediasi tersebut, panitia Muscablub Al. Jami’atul Wasliyah Junaidi mengatakan bahwa pihaknya adalah orang yang ditunjuk selaku pelaksana dalam rangka Muscablub PC. Al Jami’ yatul Wasliyah yang akan dilaksanakan pada Minggu (05/07) di Kantor PHBI Jalan Sumatera Belawan.

Sementara Ketua PD Al Jami’atul Wasliyah Kota Medan, Azzam Nasution mengatakan pihaknya menjalankan perintah organisasi yang sesuai peraturan AD – ART ataupun Peraturan Organisasi bahwa untuk kepengurusan PC tidak boleh lebih dari 2 (dua) priode.

“Jadi karena kepengurusan PC Al. Jami’yatul Kecamatan Medan Belawan sudah dua priode maka kami membentu Kepengurusan sementara (Caretaker) yakni menunjuk, Anshoruddin dan kemudian Anshoruddin membentuk panitia Muscablub yang akan di dilaksanakan Minggu 05 Agustus 2018,” ujarnya.

Menanggapi hatl tersebut, Camat Belawan Ahmad SP mengatakan bahwa selama ini wilayah Kecamatan Medan Belawan sudah cukup Kondusif tentunya hal tersebut tidak terbentuk begitu saja tetapi di jalin silaturahmi dari sesama pemimpin instansi hingga ke anggota maupun instansi ke masyarakat.

“Jadi kami mohon jagalah situasi ini jangan sampai timbul permasalahan terlebih kita masih satu organisasi Al Jami’atul Wasliyah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Medan Belawan Drs Ishak Naharuddin LC mengatakan bahwa dirinya juga kader Al Jami’atul Wasliyah. “Jadi pada intinya kita harus bersatu dulu baru kita adakan Muscab jadi Muscablub kalau bisa ditunda dulu untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan mengingat masih ada pro sana dan pro sini,” ujarnya.

Tokoh masyarakat H Irfan Hamidi mengatakan bahwa untuk terlebih dahulu jangan memaksakan untuk dilakukan Muscablub mengingat tidak ada alasannya untuk dilaksanakan Muscablub, “Bila sudah ada persatuan tidak ada pro sana ataupun pro sini baru bisa dilaksanakan Muscab,” ujarnya.

Setelah menimbang pernyataan Muspika Medan Belawan, Ketua Mui dan Tokoh masyarakat, maka Kasat Intel Polres Pelabuhan Belawan AKP B Lubis juga menyarankan kepada ketua PD Al Jami’yatul Wasliyah, Azam Nasution kalau bisa agar rencana kegiatan Muscablub PC Al Jami’yatul Wasliyah Kec. Medan Belawan bisa ditunda terlebih dahulu.

Menanggapi saran Kasat Intel tetsebu ketua PD Al. Jami’yatul Wasliyah kota Medan menjelaskan bahwa pihaknya akan mengadakan rapat internal untuk dapat memutuskan apakah kegiatan Muscablub yang akan dilaksanakan Minggu (5/7) bisaditunda, diundur atau akan tetap di laksanakan.

Pertemuan mediasi berjalan dengan kondusif dan ditutup dengan doa dipimpin oleh ketua Mui Kec. Medan Belawan Ishak Naharuddun LC.

(3)