Uang Palsu Mulai Beredar di Wilayah Kecamatan Lubai Ulu

Pewarta : Iwan Brata Darma

Koran SINAR PAGI, Muara Enim,- Peredaran uang palsu (upal) hingga saat ini masih saja terus berlangsung dan pasar tradisional menjadi sasaran empuk peredaran uang palsu ini, karena celah terbuka lebar ketika pedagang ramai oleh pembeli sehingga penerima uang tak sempat meneliti keaslian uang yang diterimanya.

Seperti yang dialami pemilik Toko Arjuna yang membuka link BRI di Talang Jawa, Desa Karang Agung, dimana sekitar satu bulan lalu tanpa disadari uang pecahan 50.000 an sebanyak 4 (empat) lembar yang diterimanya dari seseorang ternyata palsu (upal).

Disebutkan pemilik toko, saat itu ada seseorang yang mentransfer uang kepada dirinya sebesar Rp.1 juta, dalam pecahan 50.000, namun saat hendak disetorkan ke BRI, 4 (empat) lembar diantaranya diketahui palsu, kejadian serupa juga ternyata dialami beberapa toko disekitarnya.

Berkaitan dengan hal ini, masyarakat dihimbau agar lebih waspada, pasalnya peredaran uang palsu sudah merambah jauh ke pedesaan. Biasakan untuk meneliti uang yang diterima dengan cara 3D yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang.

Masyarakat berharap aparat terkait segera menyelidiki peredaran uang palsu di wilayah Kecamatan Lubai Ulu.

(38)