Diduga Ditelantarkan, Warga Cipeucang Meningggal didepan Poli Mata RSUD dr.Slamet Garut

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Garut,- Diduga ditelantarkan oleh pihak RSUD dr.Slamet saat hendak memeriksakan kesehatannya, Parman (50) warga Cipeucang, Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening, meninggal dunia didepan poli mata RSUD dr.Slamet Garut.

“Seharusnya kalau kondisi sudah parah, pasien segera dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat, tanpa mesti ke ruangan poli, namun, kendati sudah mengetahui kondisi tersebut, tetap saja pasien harus melalui prosedur,” papar Deden, salah seorang kader yang saat itu berada di lingkungan RSUD dr.Slamet Garut, Rabu (01/08/18).

Dia menambahkan, pasien meninggal dunia tepat pukul 09.00 WIB. “Saya heran dengan pelayanan RSUD dr.Slamet yang begitu sulit. Padahal kalau sudah mengetahui pasien harus mendapatkan penanganan medis kenapa terus dibiarkan, bahkan terlihat di bola pingpongkan,” tegasnya.

Terpisah, Humas RSUD dr.Slamet Garut, Iwa Kartiwa mengatakan, “Pasien saat meninggal sedang duduk di kursi sambil menunggu antrian. Pasien tersebut merupakan pasien yang rutin menjalani pemeriksaan lantaran mengidap penyakit jantung,” ujarnya, Rabu (01/08/2018) kepada wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya.

Iwa membantah jika pasien tersebut ditelantarkan, karena sudah ada perawat yang memeriksa, namun, saat mengantri giliran pemeriksaan pasien sudah meninggal dunia.

Ia mengaku, prosedur penanganan RSUD terhadap pasien yang memeriksakan kesehatan sudah maksimal, pasien tersebut meninggal tersebut murni penyakit jantung.

“Saat itu pihak keluarga pasien sedang mengurus administrasi dan pasien duduk di kursi tunggu,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi, pasien di diagnosa mengidap penyakit jantung. Setelah diketahui meninggal pasien langsung dilarikan ke ruang jenazah RSUD dr.Slamet untuk selanjutnya dibawa oleh keluarga pasien.

(15)