Kota Bandung Dominasi O2SN Cabor Pencak Silat Tingkat SMA Jawa Barat

Pewarta : Wahyu,sp

Koran SINAR PAGI,- Bandung,-  Rabu (25/07) Atlite Pencak Silat SMA Kota Bandung, sabet 3 Medali emas Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) Tingkat SMA Se-Jawa Barat Tahun 2018, yang berlangsung di GOR Tri lomba Juang, Jl. Pajajaran no. 37, C. Bandung, tanggal (24/25juli 2018) kemarin.

Dari 4 kategari yang dipertandingkan cabor pencak silat, atlite SMA kota Bandung raih 3 medali emas, masing – masing meliputi kategori tunggal putra, tunggal putri dan tanding kelas F putra, sementara untuk kategori tanding kelas C putri medali emas di raih kabupaten kuningan.

Ketua pelaksana pertandingan O2SN Cabor Pencak silat, sekaligus Binpres IPSI Jawa Barat, Nurzaman dipl. Eng mengatakan, pihaknya merasa sudah optimal dalam melaksanakan program KONI dan Disdik Jabar.

” Kami sudah berupaya melakukan yang terbaik dalam persiapan O2SN tahun ini, tentu tidak semua sempurna, namun melihat antusias dan bakat siswa, kami apresiasi semangat bertanding mereka.” katanya.

Untuk itu, Ketua panpel berharap dalam pelaksanaan O2SN tahun depan bisa lebih baik, ” semestinya semua komponen terkait dalam pelaksanaan, baik wasit juri, KONI, Disdik Jabar dan IPSI sendiri harus lebih siap, termasuk team medis. ” harapnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Pembibitan atlite IPSI Jabar, H.Chaerul, yang saat ini menjadi ketua IPSI Kabupten Bogor, menyoroti terkait perkembangan atlite Pencak Silat Jabar.

” Kita fokus saat ini, regenerasi potensi atlite Jawa Barat, dan O2SN ini bukti sejauhmana kemampuan atlite bisa bersaing di level lebih tinggi, kan..masih ada POPDA, POPNAS, jelas target mereka, apakah mereka bisa bersaing? ” ini perlu kesiapan mental tentunya.” tutur chaerul.

Selanjutnya, Chaerul meminta pihak dinas terkait untuk bisa memfasilitasi program berkelanjutan atlite yang juara saat ini.

” Dinas Pendidikan dan KONI Jawa Barat, seharusnya memberikan rekomendasi atlite ini bisa lebih berprestasi, dengan pemusatan latihan misalnya, atau program jangka panjang, jangan sampai putus, karena Jawa Barat saat ini juga merupakan barometer bibit atlite silat nasional,” tandasnya.

Di akhir penutupan O2SN, sekum IPSI Jabar, Yoyo,SH mengatakan, pihaknya meminta dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk lebih dinamis dengan pencab IPSI kab/kota dalam pengiriman atlitenya.

” Ada beberapa pengcab IPSI Jabar yang tidak tahu hal ini, semestinya Disdik dan KONI kab/Kota bisa lebih proaktif, karena bagaimanapun perkembangan pencak silat juga tanggung jawab bersama.” kata yoyo saat di konfirmasi media KSP, rabu (25/7) kemarin.***

 

 

(155)