Yayat, “Penggantian Nama Jalan Tidak Akan Mengikis Kebesaran Tangkuban Parahu Yang Melegenda”

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Lembang-KBB,- Pemkab Bandung Barat mengeluarkan keputusan penggantian sejumlah nama jalan yang selama puluhan tahun telah dipergunakan dan melekat dalam ingatan masyarakat. Secara keseluruhan selain penggantian nama Jalan Raya Tangkubanparahu menjadi Jalan Ir Soekarno, total ada 71 ruas jalan baik jalan nasional, provinsi, ataupun kabupaten, di KBB, yang segera berganti nama.

Hal itu seiring dengan terbitnya surat keputusan Bupati Bandung Barat Nonor : 188.45/Kep–Bag Tapem/2018, tentang Penetapan Pemberian Nama Jalan di Wilayah Kabupaten Bandung Barat yang ditandatangani Plt Bupati KBB Yayat T Soemitra. Setelah peresmian Jalan Ir Soekarno di Lembang, KBB, Yayat mengatakan jika perubahan nama-nama jalan itu telah dibahas oleh sejumlah pakar dan tim selama tiga bulan. Nama Ir Soekarno kini terpampang di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Presiden pertama RI itu diplot untuk menggantikan nama Jalan Tangkuban Parahu.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Yayat T Soemitra secara resmi mengganti jalan yang identik dengan legenda Sangkuriang itu pada Jum’at (13/07/18). Selain itu, diakhir masa pengabdiannya sebagai Plt Bupati Bandung Barat, Yayat juga mengeluarkan surat keputusan Bupati tentang Pedoman nama jalan dan sarana umum.

Yayat menuturkan, pemberian nama jalan merupakan salah satu aplikasi terjemahan Pemerintah Daerah (Pemda) KBB dalam melaksanakan Spirit of Bandung. Ditegaskannya, penggantian nama tidak akan mengikis kebesaran Tangkuban Parahu.

Masih menurut Yayat, ”KBB berhak mewarisi semangat Bandung dan pemberian nama jalan. Jadi tidak perlu dikhawatirkan nama Soekarno ini akan mengurangi kebesaran Tangkuban Parahu, penggantian jalan tersebut untuk lebih membesarkan kembali Tangkuban Parahu. Diyakininya, Soekarno pun yang pernah tinggal di Bandung pernah menginjakan kakinya di Gunung Tangkuban Parahu. Bung Karno yang lama di Bandung pasti juga bangga kepada Tangkuban Parahu. Bukan hanya nama Soekarno,” tukasnya.

Selain itu, Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan nama KH Abdurahman Wahid dari mulai Jalan Padasuka-Cimahi sampai Jalan Panaris. “Di KBB ada 140 jalan nasional, provinsi, dan kabupaten, pemberian nama jalan merupakan salah satu aplikasi terjemahan Pemda KBB dalam melaksanakan Spirit of Bandung dan Soekarno adalah nama sosok yang telah dikenal oleh dunia sehingga fasilitas umum harus disempurnakan dengan nama besar juga,” ujarnya.

Menurutnya, tidak perlu dikhawatirkan penggantian nama ini akan mengurangi kesakralan dan kebesaran Tangkubanp. “Saya bercita-cita nama-nama jalan di KBB bisa dibuat tema-tema tertentu dan per wilayah, misalnya di Lembang pakai nama-nama kecamatan, di Parongpong pakai nama-nama bunga, begitupun dengan wilayah lainnya,” kata Yayat.

Sementara Camat Lembang yang hadir para peresmian Jalan Ir Soekarno, Slamet Nugraha mengatakan, pergantian nama jalan khususnya di wilayah Lembang menjadi sebuah kebahagiaan bagi pihaknya. Hal ini perlu ditindaklanjuti, dipahami, dan dilaksanakan di wilayah KBB. Termasuk apa yang telah dilakukan ini dapat diterima oleh semua pihak.

“Semoga kebijakan ini bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat secara umum. Dalam rangka melanjutkan pembangunan dan penataan kota ke arah yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat untuk memberikan kenyamanan bagi warganya terutama di wilayah kecamtan Lembang ini merupakan icon berbagai tempat wisata yang ada dan menjadi primadona segudang tempat wisata yang ada di Lembang ini.

“Dengan telah digantinya nama jalan Tangkuban perahu ke nama Ir. Soekarno insya Alloh kedepannya akan memberikan dampak yang positif di berbagai bidang seperti bidang ekonomi hingga pariwisata buat masyarakat Lembang khususnya,” kata Slamet Nugraha.

(24)