Dilematis PPDB 2018 SMAN 2 Kota Cimahi Terkait Mou

Pewarta : Liputan Khusus

Koran SINAR PAGI, Cimahi,- Kepala sekolah SMAN 2 Kota Cimahi, Drs.Yayat Supriat,M.M,Pd mengungkapkan, PPDB Tahun 2018 dirasa sangat berat menyikapi persoalan Mou terkait pihak sekolah dengan salah satu kesatuan militer, pasalnya tanah yang digunakan untuk sekolah merupakan tanah milik Angkatan Darat.

Dengan sistem zonasi wilayah atau jalur WPS, ada sebagian warga sekitar yang bukan dari keluarga milter banyak tidak terakomodir, sebab dalam Mou menerapkan semua putra – putri TNI wajib diterima disekolah tersebut, tanpa terkecuali melalui jalur khusus, Hal itu di sampaikan yayat saat di temui awak media Koran SINAR PAGI di Kampus SMAN 2 Kota Cimahi, Jl. Sriwijaya 9 No.45A, Setiamanah, Cimahi. Senin (16/7) kemarin.

Yayat mengatakan, kuota 27,30 % dari jalur Mou ini memang dirasa sangat memberatkan jika dilihat dari kapasitas ruangan kelas, untuk itu seharusnya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga harus memberikan solusi dengan keadaan tersebut.

” Sampai saat ini, sudah tertampung siswa dari jalur Mou ini sebanyak 108 Siswa, namun kenyataannya masih kurang, kita sudah alokasikan 3 ruang kelas dengan masing – masing kelas sebanyak 36 siswa, terus harus bagaimana lagi? “, kata Yayat.

Kepsek SMAN 2 Cimahi, Yayat Supriat berharap pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai leading sektornya bisa secepatnya menanggapi persoalan ini.

” Ini pembelajaran bersama untuk dinas, jangan sekolah di hadapkan pada persoalan internal terkait Mou yang memang harus dijalankan, sementara yang betul – betul WPS tidak terakomodir, pemerintah semestinya juga harus lebih bijak,” harapnya.

Selanjutnya, Ia meminta semua pihak terkait jangan terlalu memaksakan kehendak kalau memang zona jauh dari sekolah tersebut.

” Disana masih banyak sekolah lain negeri yang terdekat dengan kesatuannya, seperti Padalarang, Batujajar, Parongpong dll, toh semua juga sama.” paparnya.

Namun demikian, Yayat juga memberikan apresiasi kepada masyarakat atas kepercayaan untuk sekolah di SMAN 2 Cimahi hingga sekolah tersebut dapat terus berprestasi.

” Alhamdulillah, ini bukti kepercayaan kami bisa diterima semua lapisan masyarakat, baik sipil maupun militer, namun persoalan ini juga harus cepat di tuntaskan, saya berharap pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera berkoordinasi dengan pihak pemilik tanah TNI AD, mungkin bisa memanfaat tanah lain sebagai kampus ke-2 sekolah atau solusi terbaik, jangan jadi blunder.” tegas yayat.

Dari hasil pantauan media KSP, sejauh ini sudah tertampung sebanyak 396 siswa yang mengikuti masa orientasi sekolah (MOS), untuk melakukan pembekalan dasar, sosialisasi dan pembinaan yang diberikan guru dan OSIS SMAN 2 Cimahi. ***

 

 

 

(38)