Akhirnya Warga Lembang Ambil Sikap Serius Menurunkan Pelang Nama Jalan

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Lembang-Kabupaten Bandung Barat,- Aksi pencopotan plang nama Ir Soekarno dilakukan oleh beberapa perwakilan warga Lembang seusai mereka pulang menyampaikan aspirasi ke Pemda KBB, tudak hanya itu, spanduk peresmian nama jalan yang bergambar Plt Bupati Yayat T Soemitra yang berada tepat didepan pintu gerbang masuk TWA Tangkuban Parahu pun turut dicopot. Tiga pelang nama dan spanduk itu kemudian diserahkan ke pihak Satpol PP Kecamatan Lembang.

Salah seorang Warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkapkan sikap serius dan tegasnya atas penggantian nama Jalan Tangkuban Parahu menjadi Jalan Ir Soekarno. Tidak hanya asal gertak, mereka berani membuktikan diri dengan aksi menurunkan plang nama nama jalan Bapak Proklamator yang dipasang oleh Plt Bupati KBB Yayat T Soemitra pada Jumat (13/07/18).

Sikap berani, tegas dan serius ini bermula dari rasa kekecewaan pada saat Perwakilan masyarakat Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendatangi kantor Pemda KBB, untuk menemui Plt Bupati KBB, Yayat T Soemitra, Senin (16/07/18), dimana kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan soal kebijakan penggantian nama Jalan Tangkuban Parahu dengan Jalan Ir Soekarno terhitung sejak Jumat 13 Juli 2018 lalau, hanya ditemui oleh staf perwakilan dari bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda KBB.

Salah seorang tokoh masyarakat bernama Suherman mengatakan, “Aksi kami ini yang renacananya akan menurunkan plang nama jalan Ir Soekarno setelah dengan resmi diganti oleh Plt.Bupati Yayat T Soemitra beberpapa hari yang lalu, setelah ada rembukan dan bertemu dengan Plt.Bupati, namun saat kami mendatangi ke kantornya beliau sedang tidak ada di tempat, akhirnya kami melakukan aksi penurunan plang nama itu dan sebelumnya sudah disampaikan pada saat dirinya datang menyampaikan aspirasi ke kantor Pemda KBB,” paparnya.

Aksi penurunan plang nama ini juga mengindikasikan bahwa warga Lembang bukan hanya sekadar gertak sambal, tapi benar-benar serius menyikapi persoalan ini.

Disinggung sampai kapan plang nama itu dicopot, dirinya tidak bisa memberikan tenggat waktu karena semua diserahkan ke Pemda KBB. “Kami sangat menghargai nama besar Soekarno sebagai bapak bangsa, tapi untuk dijadikan nama di sini kami minta dipertimbangkan lagi, sehingga untuk menghindari chaos maka pelang nama itu diturunkan dulu untuk sementara waktu,” katanya.

“Titik Persoalannya kini ada di pemerintah daerah. Kalau ingin persoalan ini cepat clear maka segera tindaklanjuti, ajak masyarakat diskusi, dengarkan aspirasinya, jangan asal main ganti saja tegas perwakilan warga Lembang, warga Lembang tetap menginginkan nama Jalan Tangkuban Parahu tidak diganti,” tegas Suherman.

Sementara Warga Lembang lainnya, Ponco Hananto Prio menjelaskan, tiga pelang nama Ir Soekarno yang berada di batas Lembang-Bandung, Pertigaan Beatrix, dan perbatasan Lembang-Subang dicabut. Ini dikarenakan pemasangan jalan itu dasarnya baru sebatas keputusan Bupati Bandung Barat Nonor : 188.45/Kep–Bag Tapem/2018 yang ditandatangani Plt Bupati KBB Yayat T Soemitra. Sebelum tertuang dalam perda, perubahan nama belum inkracht.

“Penggantian nama ini tidak pernah ada pelibatan masyarakat Lembang. Akibatnya masyarakat resah karena kalau itu terjadi maka otomatis warga harus mengganti alamat di KTP atau administrasi kependudukan ataupun usaha mereka,” ucapnya.

(68)