Tersandung Kasus Bukan Hambatan Berbakti, Asep ” Ipey ” Nyaleg Di Perindo

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Asep Hadianto yang akrab dipanggil Ipey pria berusia 34 tahun yang tinggal di Dusun Kebon Kalapa RT 02/02 Desa Margamukti Sumedang Utara ini memang berperawakan mungil namun ia punya cita – cita besar untuk memajukan Kabupaten Sumedang melalui Perindo di Pileg 2019 nanti.

Bagi pria yang kini menjadi pelatih Boxer sejak tahun 2002 itu, kini berkat ketekunannya sudah menjadi bintang laga di salah satu film action.

“Kini saya fokus mencalonkan anggota legislatif di Pileg DPRD Sumedang 2019 nanti, dan Partai Perindo merupakan perahu pilihan saya, saya ingin konsen mengembangkan olah raga beladiri atau lainya, misal otomotif, juga umumnya mengembangkan bidang bakat kepemudaan”, ujarnya kepada koransinarpagijuara.com di Kantor Perindo Jalan Prabu Gajah Agung, Rabu,(11/07/18).

Diakui Ipey jika perjalanan hidup nya tak semulus yang dibayangkan, ia mengaku pernah berurusan dengan pihak berwajib ditahun 2012 lalu.

“Waktu itu saya terpancing emosi, hingga saya berkelahi dan akhirnya berurusan dengan pihak berwajib, saat itu saya benar – benar khilaf dan jujur saya benar – benar menyesal,” ujarnya.

Tapi itu dulu, ucapnya, dan sejak kejadian itu ia langsung berubah total.

“Saya tidak mau lagi hal itu terulang, makanya saya terus mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan saya terus berkonsentrasi di bidang beladiri Boxer menjadi pelatih”, ungkapnya.

Dikatakan Ipey, masih beruntung ia tidak terkena kasus pelecehan seksual terhadap anak, korupsi maupun narkoba, karena saat ini jika terkena pasal itu ia akan sulit untuk mencalonkan anggota legislatif.

“Masih untung saya bukan kasus pelecehan seksual, korupsi, maupun narkoba, sebab jika pasal itu maka saya sulit untuk mencalonkan anggota dewan, karena regulasi KPU memang
demikian”, ujarnya.

Saatnya kini, diucapkan Ipey, untuk membaktikan diri demi kemajuan Sumedang,

“Mudah – mudahan niat baik saya didukung dan dipercaya warga Sumedang yang akan melakukan di pencoblosan nanti,” pungkasnya.

(120)