Kadisdik, “Kota Cimahi Perlu SMP Negeri Baru “

Pewarta : Wahyu.SP

Koran SINAR PAGI,- Cimahi,- Implementasi permendikbud no.17 Tahun 2017 tentang PPDB, telah dilaksanakan dengan baik oleh Dinas Pendidikan Kota Cimahi walaupun dalam sistem PPDB Tahun 2018 ini banyak mengalami perubahan dan minimnya sosialisasi namun  secara keseluruhan tetap efektif dan kondusif di wilayah hukum kota Cimahi.

Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Dik Dik  Nugrawan saat di konfirmasi team liputan khusus media Koran Sinar Pagi di ruang kerjanya (10/7) kemarin.

Keterbatasan jumlah sekolah, khususnya SMP Negeri di wilayah Cimahi menjadi kendala saat mengakomodir peserta didik yang begitu besar, Kata Dik dik.

” Jumlah sekolah di Cimahi untuk SMP Negeri sedikit sekali, cuma 11 sekolah, sangat tidak berimbang dengan jumlah penduduk dan luas wilayah, seperti kelurahan Pasirkaliki, Citeureup, Cibeber, Padasuka, belum ada sama sekali sekolah SMP Negeri,” tuturnya.

Lebih lanjut Kadisdik berharap, pemerintah untuk segera merealisasi penambahan jumlah sekolah SMP Negeri di Cimahi, yang pernah dibahas beberapa waktu yang lalu.

” Ini pernah di ajukan oleh walikota, namun memang tidak mudah karena selain wilayah dan kultural, NJOP dengan harga pasaran tanah di masyarakat sudah tidak rasional lagi, ini yang menjadikan kendala, ” paparnya.

Namun demikian, Dik dik mengklaim, secara keseluruhan PPDB Tahun 2018 Kota Cimahi mengalami perbaikan dari tahun sebelumnya. ” Sekali lagi, walau dengan segala keterbatasan dalam sosialisasi namun secara garis besar, PPDB tahun ini lebih baik  walau ada perbedaan sistem namun tetap sesuai dengan koridor.” Jelas Dik dik

Untuk itu, Kadisdik Kota Cimahi meminta masyarakat lebih obyektif dalam memilih sekolah sehingga tidak menimbulkan polemik ditengah animo masuk sekolah negeri yang tinggi.

” Masih banyak sekolah swasta yang punya kualitas sama baiknya dengan negeri, seharusnya masyarakat bisa lebih bijak untuk memilih demi meningkatkan kualitas pendidikan anaknya, namun sejauh ini , obsesi masyarakat tetap memilih Negeri,’ tandas Dik – dik akhiri wawancara khusus PPDB.***

 

(27)