Pengelolaan Parkir Sembrawut, DPRD Medan Soroti Kinerja Dishub

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan, – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Boydo HK Panjaitan menyoroti kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.

Menurut politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini, Dishub Kota Medan dalam melaksanakan tugasnya dinilai masih banyak catatan yang perlu diperbaiki.

“Kita melihat Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat dan jajarannya masih sangat jauh dari harapan. Hal ini terlihat dari kesembrautan parkir di setiap sudut kota Medan yang tidak teratur, dan malahan keberadaan petugas parkir membuat banyak pengendara motor kesal. Sebab kerap menimbulkan kemacetan,” ujar Boydo, Kamis, (05/07/18).

Petugas parkir yang sering di jumpai di lapangan, sebut Boydo, kebanyakan tidak memakai seragam resmi yang dikeluarkan oleh Dishub Medan. Bahkan, tidak memberikan karcis kepada pengendara ketika membayar dan jarang menggunakan kartu pengenal.

“Kita berharap, petugas parkir dari Dishub sudah mendapat pendidikan dan pelatihan tentang parkir sehingga ada tanggung jawab dari mereka. Kita sangat sayangkan juga, selama ini jumlah kertas parkir yang dicetak juga tidak jelas, sehingga diduga ada permainan yang membuat PAD parkir tidak mencapai target,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan ini.

Oleh sebab itu, lanjut Boydo, diminta agar Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin mengevaluasi kembali kinerja Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan. Karena, dianggap tidak mampu menata parkir di Kota Medan.

Selain itu, Renward juga dianggap tidak berani bertindak tegas menindak terminal-terminal liar yang semakin menjamur. Belum lagi, banyak parkir liar yang mengutip retribusi parkir, sementara pendapatan dari sektor pengelolaan parkir menurun.

Terkait penertiban parkir liar hingga ada penggembosan ban bagi pengendara roda empat yang melakukan pelanggaran, Boydo menilai hal itu hanya untuk menakut-nakuti pengendara saja. Sebab, saat ini sudah tidak ada lagi.

“Sudah saatnya wali kota Medan mengganti kepala Dishub Medan yang sudah tua dengan yang muda, cerdas dan tidak penakut. Sudah tidak zamannya lagi mengikuti istilah ‘asal bapak senang’, namun kenyataannya berbalik dan tidak mampu mencapai target seperti yang diinginkan,” tukasnya.

(8)