1920s dbq essay us history analyzing every day life essay great short essays essay about refugee the book

Wali Kota Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an Di Ramadhan Fair

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Wali Kota Medan, H T Dzulmi Eldin mengajak umat Muslim di Kota Medan untuk menjadikan momentum peringatan Nuzulul Qur’an agar senantiasa melakukan muhasabah (koreksi diri), agar dapat terus meningkatkan kecintaan kepada Al Qur’an yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan ini disampaikan Dzulmi Eldin ketika menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di lokasi Ramadhan Fair Taman Sri Deli Medan, Jumat (01/06) malam.

Dikatakan Eldin, Nuzul Qur’an merupakan sebuah mukjizat Allah SWT karena peristiwa itu merupakan proses turunnya Al Qur’an kepada Rasullah Muhammad SAW untuk memberi petunjuk kepada umat manusia, oleh karenanya ia berharap agar semua harus mengetahui pengertian dan hikmah Nuzulul Qur’an secara menyeluruh.

Dengan demikian, lanjutnya, umat Muslim Kota Medan dapat mengimplementasikan Al Qur’an dalam dirinya masing-masing. Sebab, Al Qur’an merupakan pedoman dan pegangan hidup yang akan menuntun ke arah lebih baik untuk mendapatkan rahmat dan kebaikan dari Allah SWT.

Selain melakukan muhasabah, Eldin juga mengajak mengajak seluruh umat Muslim Kota Medan untuk mengisi Ramadhan tahun ini dengan tadarus (mempelajari) dan tadabbur (menghayati), mengkhatamkan Al Qur’an dengan tilawah, serta dapat menghafal serta memahami kandungan-surah-surah yang dibaca sehingga Ramadhan akan jauh lebih berarti.

Selanjutnya dalam peringatan Nuzulul Qur’an itu, Wali kota juga mengingatkan agar umat Muslim harus berpikiran cerdas dan mampu membaca aksara maupun membaca berbagai fenomena yang ada di sekelilingnya. Sebab, ayat pertama yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad adalah Iqra yang artinya bacalah.

Disebutkan, dalam ayat pertama ini jelas tersirat bahwa pendidikan dalam Islam menjadi hal yang sangat utama untuk membangun umat Muslim lebih kuat. “Jadi mulai saat ini, marilah kita perbanyak membaca Al Qur’an dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya.

Dipertengahan bulan Ramadhan ini, Wali Kota kemudian berpesan agar masyarakat dapat menjadikan bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah SWT ini untuk terus meningkatkan iman, ilmu dan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama kepada warga kurang mampu dan anak yatim.

Apalagi dalam Al Qur’an, tegas Wali Kota, umat Muslim diwajibkan untuk selalu membantu kaum dhuafa dengan mengeluarkan zakat, infak maupun sedekah sebagian dari harta yang dimilikinya, sehingga dapat membantu warga kurang mampu yang hidup dalam kekurangan.

Wakil Ketua DPRD Medan H.Iswanda Nanda Ramli mengatakan, turunnya Al Qur’an merupakan peristiwa penting karena membawa manusia keluar dari kegelapan atau kebodohan.

“Selain membaca dan memahami isi Al Qur’an, kita juga harus mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari karena Al Qur’an merupakan pedoman dan pegangan hidup bagi umat Muslim, termasuk dalam menjalankan pekerjaan. Apakah pekerjaan yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan tuntutan Al Qur’an atau tidak?” ungkap Nanda Ramli.

Meski sebelumnya sempat diguyur hujan deras, namun antuiasme masyarakat mengikuti peringatan Nuzulul Qur’an yang di cukup tinggi. Seribuan masyarakat dengan penuh khusuk mengikuti peringatan turunnya Al Qur’an tersebut. Selain pembacaan Surat Suci Al Qur’an, peringatan Nuzulul Qur’an juga diisi dengan pemberian hadiah kepada juara Pemilihan Da’I Cilik Ramadhan Fair 2018yang diserahkan Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Medan, Wakil Wali Kota serta unsur Forkopimda.

Sebelum Al Ustadz Riza Muhammad dari ibukota Jakarta menyampaikan tausiah, seluruh pengunjung lebih dulu diberi siraman rohani oleh juara pertama Pemilihan Da’i Cilik Ramadhan Fair 2018 yakni Faqih Hainan Zaidan. Sedangkan Al Ustadz Riza Muhammad dalam tausiahnya mengajak seluruh yang hadir untuk memperbanyak doa.

Dikatakannya, ada tiga doa yang pasti dikabulkan Allah SWT yakni doa orang berpuasa hingga berbuka, doa seorang pemimpin yang adil serta doa orang yang teraniaya.

(7)