Selain Molor DD Lubuk Bandung 2017 dikelolah Pihak Ketiga

Pewarta : adi/fitry

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,-
Realisasi Dana Desa (DD) tahun 2017 desa Lubuk Bandung Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir molor.

Sampai saat ini masih dalam tahap pengerjaan 40 % lagi.

Yang disasarkan pada pembangunan jembatan dan rabat beton.

Mirisnya lagi berdasarkan keterangan masyarakat setempat yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, pengerjaan jembatan yang dilaksanakan tersebut dilakukan oleh pihak ketiga atau diborongkan yang dikerjakan oleh PT.

Sehingga masyarakat setempat hanya dijadikan penonton. Hanya pada bagian pembuatan sayap jembatan, barulah dilaksanakan secara swadaya masyarakat.

Karena pengerjaan sayap jembatan merupakan revisi dari pembangunan jembatan yang ada. Dimana sebelumnya hanya dibangun jembatan saja tanpa sayap jembatan.

Padahal sesuai aturan apapun alasannya pengerjaan realisasi dana desa terutama fisik tidak boleh dikelolah oleh pihak ketiga, harus murni swadaya masyarakat dengan tujuan meningkatkan perekonomian.

Bahkan ironisnya lagi, menurut pengakuan sumber, hingga saat ini Kepala Desanya, Mat Zen masih terhutang dengan desa atau yang dikenal dengan hutang kapling.

“Kades tu hutang masih terhutang sama desa, hutang kapling sampai sekarang belum bayar”, ujar sumber menerangkan.

Hutang desa itu, ungkap Sumber tadi, berhubung pembangunan jembatan diminta direvisi.

Menanggapi hal itu, Kades Lubuk Bandung, Mat Zen, diketika dikonfirmasi media ini mengatakan, molornya pengerjaan DD tahun 2017 dikarenakan adanya keterlambatan penyampaian laporan SPJ yang disebabkan karena pekerjaan fisik yang belum selesai.

Sehingga hal tersebut menghambat proses pencairan berikutnya.

Alhasil dijelaskan Mat Zen, pihaknya disanksi dan sudah silva.

Ketika dikonfirmasi mengenai pengerjaan yang dipihak ketigakan, Mat Zen membatah dan mengatakan jika pengerjaan dikerjakan secara swadaya.

Sedangkan untuk DD tahun 2018 belum bisa dilaksanakan karena harus menunggu proses pengerjaan DD tahun 2017 selesai dilaksanakan.

(22)