Mantan Kades Lanjutkan Pembangunan Jembatan Pakai Dana Pribadi

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Jembatan Sukamerindu yang sudah lama terbengkalai, akhirnya diteruskan pembangunannya oleh mantan keoala desa dengan mengunakan dana pribadi.

Terbengkalainya proyek pembangunan jembatan Sukamerindu yang didanai dari Dana Desa APBN 2017 diduga akibat ulah oknum pendamping desa PD yang telah berkhianat kepada Kepala Desa Sukamerindu waktu itu, Srisamsiar.

Namun kini, untuk menunjukan rasa tanggung jawabnya terhadap masyarakat, Srisamsiar yang kini sudah berpredikat Mantan Kades Sukamerindu akhirnya melanjutkan pekerjaan dengan menggunakan dana pribadi.

“Nasi sudah menjadi bubur, tapi karena itu tanggung jawab saya selaku kuasa pengguna anggaran maka pembangunan jembatan dilanjutkan,” katanya.

Sementara Menurut Ketua BPD Zainal Abidin, saat dikonfirmasi, Rabu (23/05/18), proses pembangunan Jembatan Sukamerindu sudah melalui rapat dan sesuai keputusan musyawarah warga yang tertuang dalam APBDes melalui musrenbangdes, tetapi untuk tahap pembangunannya, ia mengaku tidak tahu persis.

Karena penasaran Ketua BPD minta penjelasan Dari Kepala Desa tentang pengerjaan proyek Jembatan Sukamerindu tersebut,

“Kades menjelaskan, karena tidak mau repot, ia mengaku mempercayakan pembangunan jembatan dengan cara diborongkan kepada Zulpan (Pendamping Desa),” terangnya.

Zainal sangat menyesalkan keputusan kepala desa yang memborongkan pembangunan jembatan tersebut kepada pihak lain, karena kata dia, semestinya pembangunan dilaksanakan dengan menggunakan tenaga warga desa sehingga dapat menambah penghasilan bagi warga, karena mendapat upah dari pekerjaan tersebut.

Selain itu, Ia juga mengaku kecewa dengan pengerjaan proyek jembatan tersebut, seperti pada saat pemasangan tiang pancang jembatan yang tidak ditumbuk melainkan hanya disemprot saja.

Menurut dia, pengerjaannya terkesan hanya untuk mencukupi persentase saja, karena diduga uang pembangunan jembatan digelapkan oleh pendamping Desa tersebut.

“Proyek yang dikerjakan Zulpan hanya selesai 34% saja, semestinya sesuai target fisik untuk tahap satu DD 2017 sebanyak 56 %, tetapi Zulpan tidak mau mengerjakannya hingga tahap itu,” pungkasnya.

(119)